PAPUAINSIDE.ID, PANIAI, PAPUA TENGAH– Intelektual muda asal Papua Tengah, Andreas Gobai, S. Sos.,MA memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Paniai, Yanpit Nawipa, atas kebijakan inovatif yang membuka peluang kerja bagi para pemuda, termasuk mereka yang selama ini dikenal sebagai pemabuk.
Kebijakan tersebut dituangkan melalui program Satgas Pembersih Kampung, yang resmi dibuka pendaftarannya pada 16–18 Oktober 2025.Program ini tidak mensyaratkan ijazah, melainkan hanya membutuhkan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan Akta Lahir.
Menurut Andy Gobai, langkah Bupati Yanpit Nawipa merupakan bentuk kebijakan sosial yang humanis dan transformatif, karena mampu mengubah masalah sosial menjadi kekuatan sosial. “Bupati Yanpit Nawipa menerapkan kebijakan yang sederhana namun berdampak luar biasa. Beliau memilih memberi kesempatan kepada para pemabuk untuk berubah melalui pekerjaan, bukan menghukum atau mengucilkan mereka,” ujar Andy Gobai kepada media ini, Rabu (15/10/2025).
Ia menilai kebijakan tersebut adalah contoh nyata kepemimpinan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat kecil.
“Dalam teori perubahan sosial, langkah kecil dalam kebijakan bisa memicu perubahan besar dalam nilai dan perilaku masyarakat. Apa yang dilakukan Bupati Yanpit adalah cerminan nyata dari perubahan itu,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan bersama warga, Bupati Yanpit Nawipa mengajak para pemuda di Paniai untuk ikut serta dalam program Satgas Pembersih Kampung. Ia menegaskan bahwa program ini terbuka untuk siapa saja, termasuk mereka yang ingin memperbaiki diri.
“Seluruh yang tukang mabuk, silakan daftar. Kita tidak butuh ijazah, tapi butuh Kartu Keluarga, KTP, dan Akta Lahir,” ujar Bupati di hadapan masyarakat.
Pernyataan itu disambut antusias oleh warga, termasuk para pemuda yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Andy Gobai menilai, kebijakan itu tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi langkah rehabilitatif untuk mengubah pola hidup anak muda di Paniai agar lebih produktif dan bertanggung jawab.
“Kebijakan seperti ini patut ditiru. Pemerintah tidak sekadar memberi pekerjaan, tapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kerja keras, dan rasa memiliki terhadap kampung,” ujarnya.
Program Satgas Pembersih Kampung diharapkan mampu menjadi pintu masuk perubahan sosial di Paniai, di mana anak muda dapat membuktikan bahwa kesempatan kedua bisa melahirkan kekuatan baru bagi masyarakat.
“Awetako Ena Agapida kita bekerja bersama untuk kebaikan bersama,” tutup Andy Gobai mengutip pesan Bupati Yanpit Nawipa.**














