Ada Tuntutan Penarikan Pasukan Non Organik, ini Tanggapan Dandim 1702/Jayawijaya

Penyerahan aspirasi terkait penarikan pasukan TNI non organic di tiga distrik di Jayawijaya, oleh koordinator aksi kepada ketua komisi A DPRK Jayawijaya, Selasa (02/09/2025). (foto: Ist)

Oleh: RF|

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA – Menanggapi aspirasi yang disampaikan melalui demo ratusan masa di halaman kantor DPRD Jayawijaya, pada Selasa (02/09/2025) terkait tuntutan penarikan pasukan TNI non organik dari tiga distrik di Jayawijaya, Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Arh Reza Ch.A.Mamoribo mengatakan bahwa pihaknya sudah dua kali melakukan pertemuan dengan DPRD terkait hal ini, dan saat itu tidak hanya dirinya yang hadir tetapi juga kapolres dan wakil bupati Jayawijaya.

“Didua pertemuan sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa kami TNI berkomitmen bahwa kami pasti berada di belakang masyarakat, mendukung kegiatan-kegiatan yang pro masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan di halaman gedung DPRD Jayawijaya usai aksi demo dari gabungan berbagai organisasi pemuda.

Pihaknya juga telah menyarankan kepada DPRD Jawijaya untuk nanti tindak lanjutnya harus disesuaikan dengan prosedur, dengan melibatkan selain legislatif, ada juga eksekutif dan yudikatif untuk bersama-sama membahas masalah tersebut.

“Mudah-mudahan kedepan aktivitas seperti ini sudah selesai dan suara dari masyarakat bisa terdengar oleh pusat, dan keputusan dari pusat kita akan menunggu. Dalam hal ini kami dari Mabes TNI dari DPR RI, dan Kapolri,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena demo yang diinisasi Cipayung, OKP dan organisasi seperti PMKRI, HMI, GMNI, GMKI, GAMKI, Forum Pribumi dan Forum Penolakan Militer non Organic, berjalan aman dan lancar.

“Saya bersyukur karena hari ini kegiatan demo positif dan ini jadi contoh juga buat wilayah lain bahwa kami Papua Pegunungan di kabupaten Jayawijaya bisa melaksanakan aksi demo damai,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *