Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Asayama Family Club (AFC) Indonesia menggelar AFC Roadshow New Distributor Orientation (NDO) di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan ini dihadiri puluhan member AFC dari Jayapura dan sekitarnya, dengan tujuan membekali para distributor baru dengan pemahaman produk serta strategi pemasaran efektif di industri network marketing.
General Manager AFC Indonesia, Nicolas Rampisela, menyampaikan bahwa NDO merupakan program pembekalan menyeluruh bagi para mitra agar tidak hanya menjadi pedagang produk, melainkan mampu membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Di AFC, kami ajarkan dari A sampai Z agar mitra bisa berhasil setelah memahami teknik prospek,” jelas Nicolas.

Puluhan member AFC dari Jayapura dan sekitarnya, ketika menghadiri AFC Roadshow NDO di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Sabtu (5/7/2025).(Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Produk Premium dan Berkualitas Tinggi
AFC merupakan perusahaan farmasi tertua dan terbesar di Jepang, dengan tiga produk unggulan: Sop Subarashi, Utsukushhii, dan Hikari.
Seluruh produk dibuat dari bahan premium alami dan organik, diproses dengan teknologi tinggi sesuai standar GMP Jepang, serta bebas dari bahan berbahaya seperti antibiotik, logam berat, pestisida, hingga radiasi nuklir.
“Produk kami telah melalui uji klinis bertahun-tahun dan memiliki paten manfaat. Ini bukan sekadar suplemen biasa, tapi solusi nyata yang tidak ditawarkan obat generik,” tambah Nicolas.
Menurutnya, banyak penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi yang sulit disembuhkan secara medis konvensional, namun bisa dikelola dengan lebih baik melalui terapi rutin menggunakan produk AFC.

General Manager AFC Indonesia, Nicolas Rampisela di sela-sela AFC Roadshow NDO di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Sabtu (5/7/2025).(Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Misi Bangun Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat
Nicolas menekankan bahwa kehadiran AFC di Jayapura bukan semata soal jual beli produk, tapi bagian dari upaya membangun ekonomi daerah melalui model bisnis network marketing yang sehat dan edukatif.
Ia mengkritisi citra buruk MLM di Indonesia yang kerap dikaitkan dengan praktik ilegal.
“Dari 2 juta MLM yang beredar di Indonesia, hanya sekitar 200 yang legal. Tapi kami di AFC ingin membawa perubahan, menunjukkan bahwa tidak semua MLM itu buruk,” tegasnya.

Puluhan member AFC dari Jayapura dan sekitarnya, ketika menghadiri AFC Roadshow NDO di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Sabtu (5/7/2025).(Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Teknik Prospek: Kunci Sukses Distributor
Dalam sesi pelatihan, peserta dikenalkan tiga teknik dasar prospek ala AFC, yaitu: menguasai pertanyaan, memancing dan menggali, serta closing.
Nicolas menjelaskan bahwa pendekatan prospek lebih efektif dibanding sekadar berdagang karena memungkinkan distributor membangun hubungan emosional dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen.
“Orang yang sakit butuh solusi, bukan hanya produk. Ketika mereka mulai terbuka tentang kondisi kesehatannya, itulah saatnya kita hadir dengan solusi nyata dari AFC,” ujarnya.

Member AFC dari Palu, Agustinus Malondong dan Member AFC dari Bandung, Hesty Sampeliling, berpose bersama, usai AFC Roadshow NDO di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Sabtu (5/7/2025).(Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Harga dan Komitmen
Ketiga produk andalan AFC dipasarkan di Indonesia dengan harga paket sekitar Rp 3,6 juta, dan sudah terbukti mendapatkan tempat di pasar kesehatan nasional.
Nicolas mengajak masyarakat Papua untuk tidak putus asa menghadapi penyakit, melainkan mengambil langkah preventif dan regeneratif melalui produk AFC.
“Kesembuhan milik Tuhan, tapi kami bisa bantu melalui terapi yang tepat dan konsisten. Jika dijalankan serius, bukan hanya kesehatan, tapi ekonomi pun akan ikut membaik,” tutup Nicolas. **














