Oleh: RF |
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA – Ketua Klasis GKI Baliem Yalimo, Pdt. Eduard Su, S.Th, angkat bicara merespon penembakan yang menimpa dua tukang pekerja bangunan gedung gereja GKI Imanuel Air Garam di Distrik Asotipo, Jayawijaya, Papua Pegunungan Rabu (04/06/2025) pagi.
“Kami badan pekerja klasis dikagetkan dengan peristiwa hari ini. Sebagai bagian dari gereja kami berdoa supaya Tuhan bekerja kuatkan keluarga korban, dan untuk pelaku biar Tuhan yang proses untuk peristiwa yang terjadi hari ini,” ungkapnya kepada wartawan saat di temui di Polres Jayawijaya, Rabu (04/06/2025).
Sebagai perwakilan pimpinan GKI di Papua Pegunungan, dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama ikut mendoakan kondisi dan situasi keamaan di Jayawijaya-Papua Pegunungan yang akhir-akhir ini kurang kondisif agar aman dan damai.
Pihak gereja juga telah mengeluarkan imbauan di setiap jemaat agar mengurangi aktifitas di luar rumah dan juga ibadah-ibadah disesuaikan dengan situasi.
“Kami sudah imbau untuk warga jemaat dengan kondisi hari ini mungkin aktifitas diluar rumah dikurangi, ibadah-ibadah juga kami sesuaikan dengan situasi hari ini,” jelasnya.
Selain itu, kepada jemaat dan para pelayan telah diimbau untuk membatasai pelayanan-pelayanan ke daerah luar.
“Kita tidak tahu pasti kapan ini berakhir, beberapa waktu lalu ada kejadian (penembakan) dan hari ini lagi, sebagai bagian dari gereja kami terus bawa dalam pergumulan doa Tuhan beri hikmat untuk pemerintah daerah, aparat keamanan, TNI/Polri untuk menyikapi ini,” ujarnya. **














