PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL— Peringatan HUT-22 Kabupaten Pegunungan menjadi momen kebangkitan generasi Okmekmin.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, S.T, M.Si saat menggelar perayaan sederhana di halaman Kantor Bupati di Kukding, Sabtu (12/04/2025) yang dihadiri Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP, Ketua TP PKK Susana Maria Apaseray, S.IP dan Wakil Ketua TP PKK Novel Trukna, Sekretaris Daerah Pegubin Jeni Linthin, SH,M,Si bersama para kepala OPD, pimpinan dan anggota DPRK Pegubin, Kapolres Pegubin dan Perwira Penghubung bersama jajaran, Kakanwil Kemenkum Provinsi Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, SH,M.Si, peneliti BRIN Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU, tokoh adat, OKP, paguyubuan, siswa-siswi dan masyarakat.

Sekda Pegubin Jeni Linthin SH, M.Si, Kapolres AKBP Anto Steven, Pabung Kodim Mayor Inf Supriyadi menghadiri peringatan HUT-22 Pegubin. (foto: Aquino Ningdana)
“Hari ini Generasi Emas Pegunungan Bintang di bawah komando Dr. Melkior Sitokdana, Kristian Hiktaop dan seluruh kader yang kita siapkan mulai SD, SMP, SMA serta Rektor, para dosen dan mahasiswa Universitas Okmin Papua telah membuktikan bahwa Pegunungan Bintang siap menghadapi lompatan jauh ke depan,” kata Bupati Spei Bidana dalam sambutannya.
Menurut Spei Bidana, ulang tahun ke-22 adalah momen merayakan kebangkitan generasi Okmekmin di bidang seni budaya, sains dan olahraga yang sudah diimplementasikan dengan 13 mata lomba menyongsong perayaan ini sejak pertenghan Maret 2025.

Ketua TP PKK Pegunungan Bintang Susana Maria Apaseray, S.IP memberikan kue ulang tahun kepada siswi SMP yang menghadiri peringatan HUT-22 Kabupaten Pegunungan Bintang. (foto: Aquino Ningdana)
“Di bidang seni budaya, saya meminta kepada kepada para Ketua Dewan Adat Ok Mek dan Min untuk kembali jalankan proses inisiasi anak-anak sebagai pendidikan dasar berbasis budaya sesuai suku masing-masing. Karena di sanalah kita siapkan generasi tangguh untuk berjuang menjadi dirinya sendiri, yang bisa merubah suku, kampung, daerah, dan bangsanya,” tutur Spei.
Mantan Kepala Bappeda Pegubin ini juga menambahkan, pihaknya akan terus mendorong pelestarian seni budaya baik itu cerita rakyat, lagu daerah, serta musik dan tarian tradisional yang akan didaftakan sebagai Hak Kekayaan Intelektual orang Okmekmin.
“Terima kasih Pak Kakanwil Kementerian Hukum yang sudah hadir hari ini bersama kami dan siap membantu kami mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual kami,” tuturnya.

Penari memeriahkan peringatan HUT-22 Kabupaten Pegunungan Bintang. (foto: Aquino Ningdana)
Untuk mewujudkan kebangkitan di bidang olahraga, lanjut Spei, mulai hari ini semua orang Pegunungan Bintang harus membudayakan olahraga agar bisa hidup sehat. Setiap pagi harus bangun dalam keadaan sehat untuk bisa bekerja, rajin bersih lingkungan, dan makanan pangan lokal yang bergizi.
“Jadikan semua ini sebagi habit, kebiasaan. Untuk Persigubin yang sudah buktikan dengan prestasi sebagai pemenang Liga IV Papua Pegunungan, saya ajak mari kita semua dukung mereka dengan doa dan juga sumbangan. Tanggal 21 April ini mereka mulai main di Bali agar bisa rebut tiket 8 besar ke Liga III,” tegas Spei.
Sementara itu di bidang sains, Spei yakin dengan adanya fasilitas pendidikan dari tingkat dasar (SD, SMP, dan SMA/SMK) hingga hadirnya Universitas Okmin Papua (UOP) akan melahirkan SDM berkualitas ke depan.
“Nama Universitas Okmin diambil dari filosofi Ok atau air yang memberi kehidupan bagi segala jenis tumbuhan dan manusia. Universitas ini akan memberi lompatan jauh bagi kita. Juga empat tahun lalu saya sudah kirim beebrapa putra terbaik dan sedikit lagi kita sudah memiliki 7 doktor. Juga ratusan perawat dan guru yang tahun ini akan balik ke sini untuk mulai bekerja,” urai Spei.

Angelbertus Kasibmabin (tengah) salah seorang tokoh pencetus lahirnya Kabupaten Pegunungan Bintang 12 April 2003 lalu. (foto: Aquino Ningdana)
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, yang bisa menggerakan untuk memajukan daerah Pegunungan Bintang adalah semua pihak, bukan hanya bupati atau pemerintah daerah semata.
“Terima kasih atas semua dukungan. Terima kasih kepada Umat GIDI Pegunungan Bintang yang telah menyediakan liturgi dan koor untuk perayaan Misa Syukur hari ini.
Selamat merayakan Hari ulang Tahun ke-22 untuk masyarakat Pegunungan Bintang,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu tokoh pencetus lahirnya Kabupaten Pegubin, Engelbertus Kasipmabin dalam sambutannya menjelaskan, kabupaten ini tidak asal datang dengan sendirinya, tetapi berkat perjuangan para tokoh perwakilan dari suku-suku di Pegubin.
Ia terkenang, pada tahun 1999 ketika dirinya masih menjadi anggota DPRD Jayawijaya, ada 3 tokoh perwakilan dari Distrik Oksibil, Okbibab dan Kiwirok datang kepadanya membawa aspirasi masyarakat guna menuntut pembentukan kabupaten ini.
“Dan akhirnya pada tahun 1999 bersama Pemerintah Jayawijaya kami ajukan itu kepada pemerintah pusat melalui Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah kepada Kementerian Dalam Negeri pada saat itu. Akhirnya diterima pada tahun 2003 muncullah Kabupaten Pegunungan Bintang bersama 14 kabupaten lain didimekarkan tepat pada 12 April 2003,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Engel juga mengapresiasi sejumlah gebrakan pembangunan yang telah dilakukan Bupati Spei Yan Bidana. Baginya, Bupati Spei ini adalah salah satu kadernya yang datang dari daerah terisolir tetapi kini bisa tampil menjadi terkemuka memimpin negerinya.
“Sampai hari ini Pegunungan Bintang masih dipandang sebagai daerah terbelakang, tetapi Bupati Spei sudah mulai mengangkat wajah kita dan dikenal dimana-mana dengan aneka inovasi pembangunan. Semua kita harus bersatu dukung pemerintah daerah membangun negeri kita,” tegas Engelbertus. ** (GMS/ Aquino Ningdana)














