Dampak Lem Aibon Terhadap Kesehatan Anak-Anak di Papua Pegunungan 

Doli Kogoya, SKM, MKes. (Foto: Istimewa)

Oleh: Doli Kogoya, SKM, MKes (*)

PAPUAInside.id, JAYAPURA—Pasangan suami istri (pasutri) Aidil Zacky Rahman alias Zack alias Kidoy (19) dan Shinta Dewi (22), yang diduga mabuk lem tega menganiaya anak bocahnya RMR (3) hingga tewas di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Senin (6/1/2025).

Peristiwa yang diwartakan TribunNews.Com sempat viral di media sosial di Tanah Air dan memantik perhatian warganet.

Peristiwa di Bekasi ini juga acapkali terjadi Provinsi Papua Pegunungan.

Di Papua Pegunungan pecandu lem aibon disebut anak-anak aibon.

Lem Aibon dikemas dijual di pasaran dalam kaleng berwarna kuning pastel dengan aksen merahnya dipakai untuk berbagai keperluan, tapi disalahgunakan, yang menyebakan kerusakan pada otak, sistem saraf, dan organ-organ lainnya, sehingga emosi seseorang menjadi tak terkendali.

Rumah Rehabilitasi

Tokoh Masyarakat Yukelabur Kogoya mengatakan, mengisap lem aibon telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di kalangan anak-anak dan remaja di Papua, terutama di daerah Pegunungan. 

“Meski beberapa pihak terkait telahberupaya menangani anak-anak aibon Namun, tapi perlu dibangun rumah rehabilitasi atau rumah singgah, khusus untuk anak-anak aibon,” ujar Yukelabur sebagaimana dikutip dari  Papua.Wahana.Co di Wamena, Jumat (14/2/2025).

Dengan rumah singgah, ujar Yukelabur, nantinya anak-anak aibon mendapat pengawasan intensif, hingga benar-benar mereka terbebas dari cengkraman barang yang merusak motorik dan masa depan mereka.

“Kondisinya kalau mereka hanya sebatas dilakukan pembinaan, namun tidak ditempatkan dalam satu tempat khusus, maka pengawasan akan kurang, dan bisa saja mereka kembali mengisap lem aibon di saat lengah,” tukas Yukelabur. 

Dikatakan pengawasan harus terencana dan tertata rapi, sehingga anak-anak juga mendapat ilmu pengetahuan akan bahaya lem aibon tersebut, bila disalahgunakan,” ungkap Yukelabur.

Bahaya Lem Aibon

Menurut berbagai sumber, praktik lem aibon sangat berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan yang serius. Pasalnya, aibon mengandung bahan kimia berbahaya, seperti metanol dan etilen glikol, toluen dan xilena, yang beracun jika tertelan atau dihirup, yang menyebabkan kerusakan pada otak, sistem saraf, dan organ-organ lainnya.

Peran Pemerintah Daerah

Sementara itu, Anggota DPD RI Dapil Papua Pegunungan, Nelson Wenda menyampaikan keprihatinannya terhadap beberapa anak remaja di  Papua Pegunungan.

“Setiap hari saya melihat generasi muda Papua Pegunungan berada di pasar, duduk di pinggir tokoh sambil memegang dan mengisap lem aibon,” ucap Nelson.

Nelson menegaskan, pihaknya akan menyampaikan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, agar mendapat perhatian serius.

Bahaya Menghisap Lem Aibon

Dikutip dari berbagai sumber, berikut bahaya dan dampak, serta solusi untuk mengatasi anak-anak dalam kasus lem aibon.

1. Kerusakan Otak: Menghisap lem Aibon dapat menyebabkan kerusakan pada otak, terutama pada bagian yang bertanggungjawab untuk mengatur emosi, perilaku, dan kognitif.

2. Sistem Saraf: Zat-zat kimia dalam lem aibon dapat merusak sistem saraf, menyebabkan gejala seperti kelelahan, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi.

3. Organ-Organ Lainnya: Menghisap lem aibon juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ lainnya, seperti hati, ginjal, dan paru-paru.
4. Ketergantungan: Menghisap lem aibon dapat menyebabkan ketergantungan, sehingga anak-anak dan remaja yang menghisap lem Aibon dapat mengalami gejala kecanduan jika mereka berhenti menghisapnya.

Dampak pada Generasi Muda

Menghisap lem aibon dapat memiliki dampak yang signifikan pada generasi anak-anak dan remaja di Papua sebagai berrikut:

1. Kerusakan Generasi: Menghisap lem aibon dapat menyebabkan kerusakan pada generasi anak-anak dan remaja, sehingga mereka tidak dapat mencapai potensi mereka secara maksimal.
2. Masalah Sosial: Menghisap lem aibon dapat menyebabkan masalah sosial, seperti kenakalan remaja, kejahatan, dan konflik dengan masyarakat.
3. Kesulitan Pendidikan: Menghisap lem aibon dapat menyebabkan kesulitan pendidikan, sehingga anak-anak dan remaja yang menghisap lem aibon dapat mengalami kesulitan dalam belajar dan mencapai prestasi akademik.

Langkah Pencegahan

Solusi untuk mengatasi masalah menghisap lem aibon di kalangan anak-anak dan remaja di Papua Pegunungan, perlu dilakukan beberapa langkah, seperti:

1. Pendidikan: Memberikan pendidikan tentang bahaya menghisap lem aibon dan dampaknya pada kesehatan dan generasi.
2. Pengawasan: Melakukan pengawasan yang ketat terhadap penjualan dan penggunaan lem Aibon di kalangan anak-anak dan remaja.
3. Pengobatan: Memberikan pengobatan dan rehabilitasi kepada anak-anak dan remaja yang menghisap lem aibon.
4. Kerja Sama: Melakukan kerja sama dengan masyarakat, sekolah, dan lembaga-lembaga lainnya, untuk mengatasi masalah menghisap lem aibon di kalangan anak-anak dan remaja di Papua Pegunungan. **

(*) Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *