Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside.id, JAYAPURA—Bukit Hawe Permai atau Bukit Hobong, terletak di pinggiran Danau Sentani atau persisnya di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Bukit Hobong memiliki luas lahan sekitar 50 hektar, tapi baru dikembangkan 10 hektar.
Awalnya Bukit Hawe Permai memiliki lahan gersang, tandus, kritis, kering, ditumbuhi alang-alang, semak belukar dan sering terjadi longsor.
Namun berkat usaha keras dan keterlibatan Kelompok Kelompok Anak Rakus Kerja, kini Bukit Hobong nampak bersih, hijau, rindang dan ditumbuhi sejumlah tanaman perdagangan, seperti gemelina, jati putih, mangga, mahoni, cemara, trembesi, saga dan jambu mete.
Inisiator Penanaman Pohon Bukit Hobong, sekaligus Ketua Kelompok Anak Rakus Kerja, Origenes Monim, ST, Kamis (16/2/2025) menjelaskan, aksi penanaman pohon di Bukit Hobong dimulai saat kegiatan menoken di lokasi- lokasi di wilayah adat Mamta dan di sejumlah kampung yang ada di sekitar pinggiran Danau Sentani sejak tahun 2021 lalu.
Kelompok Anak Rakus Kerja Kampung Hobong berdiri sejak tahun 2000, yang beranggotakan 18 orang terdiri 16 pria dan 2 wanita.
Sebagaimana diketahui, kata “Menoken” bukan membuat tas noken saja (sebutan tas khas dari Papua) tapi lebih pada filosofi noken, yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.
Menoken adalah bagian dari program 3 M The Samdhana Institute. 3 M merupakan kepanjangan dari Menoken, Menanam dan Mem-BUMMA.
Gerakan menoken di Tanah Papua pertama kalinya dilaksanakan di Jayapura, yaitu di Bukit Yotoro, 12 Maret 2021 Pukul 23.30 WIT, dilauching Mathius Awoitouw, yang saat itu menjabat Bupati Jayapura, sekaligus lahirnya Janji Yotoro, yang saat itu dibacakan langsung Kepala Program LLS The Samdhana Institute, Ambrosius Ruwindrijarjo.

Ketua Kelompok Anak Rakus Kerja Kampung Hobong, Origenes Monim, ST, ketika menerima penghargaan Wahana Lestari Tahun 2024 kepada 50 teladan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Prof Dr Ir Siti Nurbaya, MSc di Jakarta Convention Center, 10 Agustus 2024 lalu. (Foto: Dok/Kelompok Kelompok Anak Rakus Kerja Kampung Hobong)
Dua Program
Origenes menuturkan, pihaknya mendapat dukungan dari Komunitas Menoken Mamta, The Samdhana Institute, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai atau BPDAS Mamberamo, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua memulai dua program kerja, yakni menanam sejuta pohon, untuk penyedia oksigen.
Sedangkan program kedua, yakni menanam pohon melalui kolaborasi The Samdhana Institute dan benihbaik.com mulai tahun 2024.
Alhasil, benihbaik.com, BPDAS Mamberamo, DKLH Papua membantu benih dan bibit kepada Kelompok Anak Rakus Kerja Kampung Hobong, lalu mulai menanam bersama.
“Kami awalnya menanam jambu mete, dan menyusul tanaman produktif yang lain hingga saat ini,” ucap Alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) ini.
Origenes menuturkan, pihaknya memiliki motivasi dan semangat yang tinggi, untuk menanam pohon.
“Kalau kita tak apa-apakan tanah, maka dia akan tetap tak terurus. Tapi tekat saya hanya satu, yakni ketika kita menanam pohon, maka pohon akan menjaga kita. Dan ketika kita menumbuhkan sebuah pohon berarti kita juga bisa mengurus manusia,” tandas Origenes.
Sejumlah tanaman produktif tersebut, ujar Origenes, beberapa kali panen, dan hasilnya dijual, untuk menyangga ekonomi rumah tangga warga.

Kelompok Anak Rakus Kerja, tengah membuat terasering di Bukit Hobong, Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: Komunitas Menoken Mamta/Piter Roki Aloisius)
Raih Penghargaan
Usaha Kelompok Anak Rakus Kerja Kampung Hobong akhirnya berbuah manis. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI memberikan penghargaan Wahana Lestari Tahun 2024 kepada 50 teladan, termasuk Origenes sebagai penggiat pemulihan lahan kritis DTA Sentani.
Origenes menuturkan, penghargaan itu diterima langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Prof Dr Ir Siti Nurbaya, MSc di Jakarta Convention Center, 10 Agustus 2024 lalu.
Origenes bilang, penghargaan tersebut sekaligus mendorong motivasi dan spirit baru, khususnya kepada generasi muda lain di sepanjang Danau Sentani, bahkan Papua untuk terus menanam pohon.
Pria kelahiran 8 November 1975 ini mengharapkan kedepan, untuk terus-menerus membuktikan dengan kerja nyata di lapangan mampu menuai sukses.
“Jadi pohonnya harus ada betul-betul dia bertumbuh, tanamannya tetap ada dan produksinya ada, maka penghargaan pasti ada,” terang suami Maria Lali dan ayah dari Laurina Batseba Fitri Monim dan Rio Adi Rizky Monim ini.

Pohon-pohon tumbuh berkembang di Bukit Hobong, Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: Komunitas Menoken Mamta/Piter Roki Aloisius)
Apresiasi
Koordinator The Samdhana Institute Papua, Piter Roki Aloisius menuturkan sejak menoken dan mulai menanam di Bukit Hobong 2021 lalu datang kembali, ternyata perkembangannya sangat mengembirakan.
“Saya mengapresiasi hasil kerja semua pihak, Komunitas Menoken Mamta, BPDAS Mamberamo, Komunitas Sekolah Adat Negeri Papua Kampung Hobong, Kelompok Anak Rakus Kerja, yang telah melakukukan kegiatan rehabilitasi lahan di Bukit Hawe Permai Hobong, sehingga dapat berhasil,” kata Roki.
Roki menerangkan, Bukit Hobong memiliki Sumber Daya Alam (SDA), yang luar biasa, dan kedepan bisa dikembangkan menjadi salah-satu destinasi eko wisata di Kabupaten Jayapura.
“Jika berdiri dari atas Bukit Hobong, maka sejauh mata memandang kita menyaksikan Danau Sentani dan rumah penduduk yang dibangus diatas air sungguh menakjubkan, indah dan eksotis,” ujar Roki.

Pohon-pohon tumbuh berkembang di Bukit Hobong, Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: Komunitas Menoken Mamta/Piter Roki Aloisius)
Visi Menyelamatkan Lingkungan
Menurut Roki, pihaknya dan Kelompok Anak Rakus Kerja Kampung Hobong bisa berkolaborasi dan visi dan misi yang sama, yakni menindaklanjuti program Reboisasi Hutan dan Lahan atau RHL.
Karena itu, ujar Roki, pihaknya terus mendorong penanaman sistem tumpangsari, seperti kunyit dan jahe, yang sangat dibutuhan dan harganya tinggi.
Roki berjanji akan terus mempromosikan Bukit Hobong bukan hanya untuk meraih penghargaan, tapi yang lebih penting adalah menyelamatkan dan melestarikan lingkungan hidup di sepanjang Danau Sentani. **














