Pertama Kali Ikut “Menoken”, Rahya Simurut Perempuan Suku Kokoda Langsung Jatuh Hati

Rahya Simurut berpose saat Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di Kampung Migori, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu 15/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, KOKODA—Rahya Simurut adalah perwakilan perempuan asal Suku Kokoda yang tinggal di kabupaten Sorong, yang ikut dalam kegiatan “Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024” di Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (15/12/2024).

Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 adalah bagian dari program 3M Samdhana Institute yang berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Papua (KOMPIPA).

3 M merupakan kepanjangan dari Menoken, Menanam dan Mem-BUMMA (Badan Usaha Milik Masyarakat Adat).

Ria panggilan lajang kelahiran 2 Juli 1999 ini mengaku pertama kali mengikuti menoken, setelah diajak salah seorang kerabatnya, Hamzah Edoba.

Hamzah Edoba adalah mantan Ketua KOMPIPA yang pertama.  

“Bapak Hamzah Edoba bilang kalau saya punya waktu bisa ikut menoken di Migori. Saya setuju, karena tak ada kegiatan di kampus dan sudah dua tahun saya tak pulang kampung,” tutur Ria.   

Ria pun bergabung bersama Nokeners KOMPIPA, untuk berangkat menumpang mobil dari Aimas menuju Teminabuan, selanjunya naik speed boat ke Miguri.

Suasana Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di Kampung Migori, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu 15/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Anak ke 4  dari 7 bersaudara dari pasangan Syamsul Simurut dan Rokia Anggiluli ini mengaku awalnya belum mengetahui kegiatan menoken, tapi setelah ikut Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024, Ria pun paham bahwa menoken terinspirasi dari filosofi noken, dan perlahan memahami menoken yang sesungguhnya, yakni saling berbagi cerita atau pengalaman, untuk mengisi noken.    

“Saya tertarik dan jatuh hati dengan menoken, karena pergaulan saya menjadi lebih luas lagi,” tutur mahasiswi Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong ini.

Aumni Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMKN Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan ini adalah generasi milenial, yang berpikiran maju dan memandang pendidikan adalah prioritas dalam hidup seseorang.

Ria menuturkan, ia memilih melanjutkan kuliah lantaran ingin mendapat pekerjaan yang layak dan bisa berbagi bersama adik-adiknya dari suku Kokoda.    

“Orang Kokoda mesti sekolah, untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” ujar Ria. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *