Madu Pokos Yanggandur Tak Hanya Menjual Produk, tapi Memperkenalkan Nilai Kearifan Lokal

Madu Pokos Yanggandur diisi dalam kemasan plastik dan kaca siap dipasarkan. (Foto: Dok/ Madu Pokos Yanggandur)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside, id, MERAUKE—Madu Pokos Yanggandur adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang memiliki produk unggulan madu hutan murni hasil budidaya lebah.

Kunjungan ke Madu Pokos Yanggandur adalah rangkaian kegiatan Menoken Animha 12-16 Agustus 2024.

Turut hadir, antara lain Komunitas Menoken Animha, Komunitas Menoken Mamta, Papua Paradise Center, Sekolah Alam Paradise, didukung The Samdhana Institute.

Kegiatan Menoken Animha di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, 13-14 Agustus 2024.

Madu Pokos Yanggandur terletak tak jauh dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-Papua New Guinea (PNG).

Theresia menjelaskan, latar belakang istilah Pokos, Bress dan Mentya. Pokos adalah brand Madu Pokos Yanggandur. Kemudian Bress dan Mentya sebagai varian.

Ketiga istilah tersebut berasal dari bahasa lokal penduduk asli Merauke tepatnya Suku Malind Kanume.

“Pokos berarti terbaik. Bress berarti madu manis. Mentya berarti sarang hitam yang manis asam,” ungkap Theresia.

Theresia mengatakan, pihaknya tak hanya menjual produk, tapi juga memperkenalkan nilai kearifan lokal sebagai khazanah bangsa yang kaya akan tradisi dan budaya.

Karyawati Madu Pokos Yanggandur tengah mengolah lebah menjadi madu murni. (Foto: Dok/Madu Pokos Yanggandur)

Pandemi Covid-19

Ketua Madu Pokos Yanggandur, Theresia Agnesia Maturbongs, SPd mengatakan, Madu Pokos Yanggandur didirikan tujuh perempuan hebat sejak bulan Desember 2019 lalu atau persis di saat pandemi Covid-19.

Saat itu, tuturnya, orang mencari madu kemana-mana, untuk menambah imun tubuh dan lain-lain.

Guru Bahasa Inggris SMPN Pers Yangggandur ini lantas terkenang masa kecilnya bahwa di lingkungan sekitarnya sangat kaya sumber madu.

“Mengapa kita tak olah lebah jadi madu murni dari pada membeli melalui online, apalagi di saat Covid-19 mencari madu murni tak gampang,” tukas Theresia.

Budidaya Lebah Trigona

Alhasil, Theresia bersama rekan-rekannya mulai melakukan budidaya lebah trigona dengan cara mengambil di hutan dan menyiapkan sejumlah kotak di pekarangan rumah untuk tempat sarang lebah.

Madu Pokos Trigona adalah madu hutan murni, yang dihasilkan lebah Austroplebeia Cincta dan lebah Tetragonula Mellipes.

Kedua lebah ini termasuk dalam kategori stingless bee atau lebah tanpa sengat, yang terdiri dari dua species yang berbeda.

Dua Varian Rasa

Theresia menjelaskan, Madu Pokos Yanggandur ini memiliki dua varian rasa yakni Bress yang rasanya manis legit, dihasilkan lebah Austroplebeia Cincta dan varian Mentya yang rasanya manis kecut yang dihasilkan lebah Tetragonula Mellipes.

“Lebah jenis ini bersarang pada batang pohon, yang sudah tak produktif lagi atau lapuk,” ujar Theresia.

Dikatakan, species lebah Austroplebeia Cincta adalah lebah endemik yang di seluruh belahan dunia hanya terdapat di tiga kawasan yakni di Papua Selatan (Merauke), Papua New Guinea (PNG) dan di Benua Australia.

Dikatakan proses pengambilan lebah menggunakan sendok kayu dan mengambilnya dengan propolisnya di bawa ke rumah produksi dan disaring sebanyak dua kali.

“Yang pertama menggunakan saringan atau tapisan biasa,  lalu yang kedua menggunakan tapisan kain dan hand scoon dan spatula untuk menyaringnya,” ucapnya.

Setelah proses penyaringan langsung dimasukan kedalam wadah air minum, bila ada permintaan tinggal dituang kedalam kemasan.

Karyawati Madu Pokos Yanggandur tengah mengolah lebah menjadi madu murni. (Foto: Dok/Madu Pokos Yanggandur)

Mujarab untuk Kesehatan

Theresia menyebutkan, Madu Pokos Yanggandur memiliki kandungan enzim-enzim antara lain glukosidase, peroksidase dan lain-lain yang sangat mujarab untuk kesehatan.

Madu varian bress memiliki rasa yang manis legit. Namun soft sangat baik, untuk menjaga daya tahan tubuh, pengganti gula bagi pasien diabetes, penambah napsu makan, campuran herbal, masker kecantikan, perawatan wajah dan lain-lain.

Sementara madu mentya memiliki rasa dan aroma yang khas, yaitu manis sedikit kecut sangat baik untuk menjaga kesehatan lambung, maag, batuk, mengatasi radang dan lain-lain.

Keunggulan madu pokos adalah madu mentah atau raw honey tanpa proses pengurangan kadar air atau pasteurisasi.

“Madu pokos Yanggandur benar-benar fresh dari alam tanpa campuran apapun,” tandasnya.

Madu pokos dalam proses penyaringan langsung penyaring nektar dan propolis digabung menjadi satu, sehingga perpaduan antara propolis dan nektar atau struktur khusus penghasil nektar pada bunga dapat menjadi booster atau penguat imun yang luar biasa dibanding lainnya.

Madu pokos khususnya varian bress, memiliki rasa yang unik, manis dan aroma yang khas.

“Di seluruh Indonesia varian dan rasa dan lebah penghasilnya hanya ada di Merauke, Tanah Papua.

Madu Pokos Yanggandur diisi dalam kemasan kaca siap dipasarkan. (Foto: Dok/Madu Pokos Yanggandur)

Dua Jenis Kemasan

Theresia merincikan, Madu Pokos Yanggandur diproduksi dalam dua jenis kemasan, yakni plastik dan kaca untuk dijuak ke konsumen.

Madu 100 ml plastik Rp 50.000, madu 100 ml kaca Rp 60.000, madu 200 ml plastik Rp 100.000, madu 200 ml kaca Rp 120.000, madu 300 ml plastik Rp 150.000, madu 300 ml kaca Rp 170.000, madu soltan 380 ml Rp 250.000. 

SELAIN Selain memproduksi madu pokos, terang Theresia, pihaknya juga memproduksi minyak buah merah Rp 100 ml Rp 60.000, 250 ml Rp 150.000, 1 liter Rp 500.000, minyak kemiri bakar Rp 50.000, minyak kemiri murni Rp 40.000, abon gastor Rp 40.000, teh sarang semut varian telang, teh sarang semut varian rossela, teh sarang semut varian chammonmile Rp 30.000 dan Virgin Coconut Oil (VCO) 100 ml Rp 35.000.

Sistem Pemasaran

Theresia menuturkan, UMKM Madu Pokos Yanggandur menggunakan sistem pemasaran melalui online dan off line atau diantar langsung atau dititip di toko cinderamata di Merauke dan di Jendranat Badung (Bali) sejak 2022 atau dititip melalui SKPD yang ikut pameran.

Ia juga mengirim melalui online ke Magelang, Tangerang, Jakarta, Kedubes Jerman di Jakarta dan South Sudan.

Menurutnya, respon konsumen cukup bagus, tapi seringkali terkendala biaya ongkir, walaupun sudah diposting di Instagram.

Kaderisasi Anak-anak Putus Sekolah

Untuk prospek usaha, terang Theresia, pihaknya ingin memperbanyak koloni lebah, sehingga tak tergantung dari hutan dan mencukupi stok madu untuk  konsumen.

Kedepan, terang Theresia, agar UMKM Madu Pokos Yanggandur lebih dikenal luas.

Ia juga berharap kedepan melakukan kaderisasi anak-anak muda, yang putus sekolah atau apapun, agar mereka memiliki lapangan pekerjaan.

“Kalau pemasarannya bagus dan lancar kan otomatis perputaran ekonomi juga bisa jalan baik, sehingga bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

Theresia menuturkan, Madu Pokos Yanggandur mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Penda) Merauke.

Selain itu, ada juga dukungan dari Rumah BUMN, dan Komunitas Menoken Animha sejak tahun 2021.

“Kami terus menjalin relasi dengan komunitas yang lain, untuk mengembangkan UMKM Madu Pokos Yanggandur,” ujarnya.  

Madu Pokos Yanggandur varian bress siap dipasarkan. (Foto: Dok/ Madu Pokos Yanggandur)

Aktif Ikut Pameran

Theresia mengatakan, pihaknya aktif mengikuti pameran baik tingkat lokal, nasional maupun internasional sebagai berikut. 

Pameran UMKM di Merauke, Festival Kopi yang digelar  Bank Indonesia Papua di Jayapura tahun 2022, Pameran Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di Pantai Karangsewu Gilimanuk, Kabupaten Jembrana 31 Agustus – 2 September 2022.

Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) di Ambon, Provinsi Maluku 2024.

UMKM Madu Pokos terpilih menjadi finalis mewalili Papua dan Papua Barat di Ambon Maluku anjang bergengsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pameran Festival Budaya atau Makassar International Eight Festival & Forum atau F8 Makassar pada Juli 2024.

Pekan Kebudayaan Nasional di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta 20 Oktober 2023.

Pameran UMKM Road to Harkodia (Hari Anti Korupsi)  2023 di Istora Lukas Enembe, Jayapura, Papua.

Pameran UMKM Merdeka Eksport di Lobby Utama Hotel Tun Fatimah Riverside, Kota Melaka, Malaysia, Desember 2023.

Pameran Halal Expo di Istambul (Turki) 24-27 November 2022, tapi hanya produknya dibawa ke pameran. **

Contact Person:

Theresia Agnesia Maturbongs:

WA 0823 9880 2019

FB Empi Wae Tetepuh

FB Madu Trigona Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *