Pilkada Serentak di Yahukimo, 49 Distrik Gunakan Sistem Noken

Bupati Yahukimo, Abock Busup. (foto: Ignas Doy)

Oleh:  Ignas Doy |

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Kabupaten Yahukimo adalah salah-satu kabupaten dari 11 kabupaten  di Provinsi Papua yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020.

Kabupaten Yahukimo terdiri atas 51 distrik, 1 kelurahan, dan 510 kampung dengan luas wilayah 17.152,00 km² dan jumlah penduduk 349.410 jiwa (2017).

Dari 51 distrik tersebut ada 49 distrik akan menggelar Pilkada dengan sistem  Noken (pengganti kotak suara). Sedangkan 2 distrik lainnya menggunakan sistem nasional, yakni nyoblos, masing-masing distrik Kuruma dan Dekai.

“Kami masih pakai sistem Noken, kecuali dua distrik pakai coblos.  Masing-masing distrik Kuruma dan Dekai,” ujar Bupati Yahukimo Abock  Busup, ketika dikonfirmasi  wartawan di Jayapura, Kamis (30/1/2020) malam.

Bupati menambahkan, pihaknya menyiapkan sejumlah dana yang bersumber dari  APBD, untuk mensukseskan  Pilkada  Serentak tahun 2020 di Yahukimo, masing-masing KPU Rp 75 miliar, Bawaslu Rp 20 miliar dan TNI/Polri   Rp 6 miliar.

11 Kabupaten di Provinsi Papua yang menggelar Pilkada Serentak tahun 2020 adalah Kabupaten Waropen, Supiori, Merauke, Yalimo,  Boven Digoel, Asmat, Membaro Raya, Nabire, Keerom, Pegunungan Bintang dan Yahukimo.

Anggota Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach  mengutarakan,  setidaknya sistem noken akan digunakan di kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang.

“Kabupaten Yalimo menyatakan diri sudah tak menggunakan Noken, tapi faktanya mereka gunakan noken juga,” tutur Ronald, seperti dikutip dari KOMPAS.com pada  Rabu (22/1/2020).

Ronald mengakui, penggunaan sistem noken dalam penyelenggaraan Pilkada diakuinya rawan disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.

Karenanya, Ronald menegaskan Bawaslu sudah melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalisir risiko terjadinya kecurangan.

“Kali ini kami sudah pelantikan Panwas Distrik sebelum KPU melantik PPD, sehingga proses pengawasan kami betul-betul maksimal di tingkat bawah,” kata dia.

“Paling tidak kesiapan personel paling utama, kan banyak unsur, tentu (persiapan itu) belum cukup karena kami harus menyiapkan perangkat kami di tingkat kabupaten dan distrik itu dengan semangat pengawasan,” sambung Ronald. **