Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uncen Jayapura, Daniel Womsiwor menegaskan pemimpin di Provinsi Papua harus memperhatikan cabor tinju, seperti yang telah dilakukan Paulus Waterpauw.
Salah-satu faktor yang membuat penyelenggaraan East Phoria Sport Championship by Paulus Waterpauw menuai sukses besar, antara lain, animo penggemar tinju dan ribuan pasang mata di Kota Jayapura dan sekitarnya hadir, untuk menonton cabor adu jotos ini.
Demikian disampaikan Daniel Womsiwor di sela-sela acara Penutupan East Phoria Sport Championship by Paulus Waterpauw di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jalan Baru Youtefa Abepura, Kota Jayapura, Minggu (23/6/2024) malam.
East Phoria Sport Championship by Paulus Waterpauw, diisi turnamen esport, basket, tinju dan pameran UMKM.
East Phoria Sport Championship 2024 by Paulus Waterpauw digelar 14-23 Juni 2024 mengusung Tageline Mengabdi Untuk Negeri.
Doktor Sport Science Orang Asli Papua Pertama ini menuturkan, animo penggemar tinju, yang sangat luar biasa ini membuatnya terkenang tinju Papua di era 1990-an.
Menurutnya, perkembangan tinju di Indonesia, khususnya di Papua cukup berkembang saat itu, karena animo pencinta cabor tinju, sehingga tak heran kalau di era itu Papua sukses melahirkan petinju-petinju juara Indonesia maupun Asia.
“Kita lihat PON XX Papua 2021 Papua gagal di sektor putra sebagai tuan rumah dan putri sukses meraih dua medali emas, setelah itu lebih dari dua tahun tinju kembali vakum di Papua,” katanya.
Tapi pada tahun 2024, tuturnya, animo pencinta untuk kembali menyaksikan tinju perlahan bangkit.
“Ini adalah momen dimana pengurus tinju di Papua bersama pemerintah harus kembali membangkitkan tinju, agar jangan sampai potensi tinju yang kita saksikan hari ini hanya sampai disini,” terang Daniel.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pertina Papua ini menegaskan, kalau bisa setiap dua sampai tiga bulan tinju ini harus rutin digelar, sehingga Papua kembali melahirkan juara-juara nasional maupun Asia seperti, yang pernah diukir petinju-petinju legendaris Papua saat itu. **














