Kehadiran Paulus Waterpauw Wujud Pengakuan terhadap DAP dan Masyarakat Adat

Sekretaris DAP Leo Imbiri, berpose bersama Bacagub Papua Paulus Waterpauw. (Foto: Tim Paulus Waterpauw)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Kehadiran Paulus Waterpauw adalah wujud pengakuan dan penghormatan terhadap Dewan Adat Papua (DAP) dan masyarakat adat.

“DAP terbuka bagi setiap anak adat, yang ingin menjadi pemimpin di Tanah Papua.Semua anak adat punya hak politik untuk maju sebagai pemimpin di Tanah Papua baik sebagai bupati/walikota ataupun gubernur,” ujar Sekretaris DAP Leo Imbiri.  

DAP adalah sebuah organisasi yang didirikan pada 8 Pebruari 2002 untuk melindungi hak penduduk asli Papua. Organisasi ini dibentuk sesuai dengan hasil Kongres Rakyat Papua (KRP) pada tahun 2000.

Sebagaimana diketahui, Paulus Waterpauw atau Kaka Besar, minta restu DAP, untuk maju sebagai Bakal Calon Gubernur atau Bacagub Provinsi Papua periode 2024-2029 dalam Pilkada Serentak 2024 di Kantor Sekretariat DAP di Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (22/6/2024).

Paulus Waterpauw, didampingi Ondoafi Nafri sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay George Awi dan Ketua I Lembaga Masyarakat Adat Suku Komoro (Lemasko) Marianus Maknaipeku sekaligus mewakili wilayah adat Bomberai Kuripasai.

“Didalam DAP ada mekanisme, dimana kalau ada anak adat, yang ingin maju sebagai pejabat, maka  pertama dia harus datang ke sukunya atau ke orang tuanya, untuk minta permisi nanti mereka akan antar kepada DAP,” ucap Leo.

Menurutnya, kalau di tingkat kabupaten/kota dia pergi ketemu Dewan Adat Daerah nanti mereka yang akan menyatakan restu. Dewan Adat Daerah akan menyampaikan kepada DAP tentang anak adat yang ingin menjadi pemimpin di Tanah Papua. Selanjutnya, DAP akan memberikan rekomendasi dan mengumumkan kepada seluruh masyarakat adat Papua.

“Jadi mekanisme ini kita sudah tetapkan 4 Mei  2005, tapi secara terbuka dan khusus seperti ini baru Paulus Waterpauw, yang datang ke rumah adat dan bersedia bertemu dengan masyarakat adat,” jelas Leo.  

Leo menjelaskan, dalam kaitan dengan kesediaan Paulus waterpauw ingin maju sebagai gubernur, maka  dia datang minta restu, karena itu DAP menerima dia, karena dia diantar pemimpin sukunya.

“Jadi kita wajib menerima dia dan kita secara resmi telah mengumumkan nanti kita bikin berita acaranya kita akan bawa ke pleno DAP, untuk sampaikan bahwa Paulus Waterpauw mau maju sebagai calon gubernur Papua telah datang ke rumah adat di Kantor Sekretariat DAP sebagai anak untuk minta restu dan kita sudah berikan,” tandas Leo.  

“Banyak kandidat yang sudah mengumumkan diri, tapi sampai hari ini baru Paulus Waterpauw, yang bersedia datang ke rumah adat dan mau minta restu dari DAP,” pungkas Leo. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *