Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Komunitas Menoken Mamta menggelar aksi penanaman pohon mangrove dan tanaman penyangga hutan pantai lainnya.
Aksi kemanusiaan ini dikemas dengan kegiatan menoken dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2024, yang jatuh 5 Juni setiap tahun.
Komunitas Menoken Mamta menanam 100 pohon mangrove dua rumpun rizophora mucronata dan rizopho apicculata serta 20 pohon bintanggur.
Mereka secara sukarela menyediakan bibit mangrove dan tanaman penyangga hutan pantai lainnya.
Aksi ini melibatkan sejumlah komunitas di Sarmi, antara lain, Karya Insan Peduli Alam Sarmi (KIPAS), Papua Trada Sampah (PTS), Motor Tiger Club Sarmi dan Sahabat Alam Papua (SAPA).

Komunitas Menoken Mamta menanam pohon mangrove memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Pulau Masi-Masi, Wilayah Perairan Timur, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Rabu (5/6/2024). (Foto: Dok/Komunitas Menoken Mamta)
Koordinator HLH Sedunia 2024 Wilayah Adat Mamta, David Saweri, ketika dihubungi via ponsel, Jumat (7/6/2024) menjelaskan, aksi penanaman pohon mangrove dan tanaman penyangga hutan pantai lainnya di momentum HLH Sedunia 2024, bertujuan merajut keadilan dan menjaga prinsip ketahanan ekologi sesuai ekosistemnya, untuk keseimbangan alam dan kelangsungan hidup manusia.
David mengatakan pihaknya menggelar 3 kegiatan di 2 lokasi yang berbeda selama sehari penuh.
Masing-masing penanaman mangrove dan tanaman penyangga hutan pantai lainnya di Pulau Masi-Masi di Perairan Timur, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.
Kegiatan diskusi mengusung tema Keadilan Ekologi dan Ketahanannya di Kelurahan Mararena, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi. Kemudian, aksi Papua Trada Sampah (PTS), yakni melakukan bersih-bersih sampah plastik dan sampah lainnya.

Komunitas Menoken Mamta berpose bersama, usai membersihkan sampah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Kelurahan Mararena, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. (Foto: Dok/Komunitas Menoken Mamta)
Dilanjutkan bagi-bagi stiker berisi pesan moral kepada warga sekitarnya, untuk menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan hidup.
“Diskusi ini untuk merespon perkembangan lingkungan dan kondisi terkini, khususnya di Kabupaten Sarmi,” ujar David.
Aksi penanaman pohon mangrove dan tanaman penyangga hutan pantai lainnya semula direncanakan di Kelurahan Mararena. Tapi Pendeta Ny. Rody Langer mengharapkan, agar dilakukan di Pulau Masi-Masi.
Dalam suatu pertemuan David Saweri dan Rody Langer sekitar dua tahun lalu, lantaran David Saweri Cs aktif menanam pohon. Maka Rody Langer mengajak suatu waktu menanam mangrove di Pulau Masi-Masi. Hal ini untuk mengantisipasi kerusakan perairan laut setempat akibat abrasi.

Pendeta Ny. Rody Langer, ketika ikut menanam mangrove memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Pulau Masi-Masi, Wilayah Perairan Timur Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Rabu (5/6/2024). (Foto: Dok/Komunitas Menoken Mamta)
Aksi penanaman mangrove di Pulau Masi-Masi belum juga terwujud, tapi melalui dukungan semua pihak, akhirnya aksi dilaksanakan di Pulau Masi-Masi, yang berjarak sekitar 42 Km dari Kelurahan Mararena. Bibit pohon diangkut menggunakan mobil dan speed boat.
Tapi aksi penanaman mangrove di Kelurahan Mararena tetap akan dilaksanakan di bulan Juni 2024 ini.
“Aksi penanaman pohon tak hanya pada momen HLH Sedunia 2024 atau lainnya, tapi dilakukan rutin dan terus menerus,” tegas David.
HLH Sedunia 2024 ini juga diperingati secara serentak oleh sejumlah komunitas di Tanah Papua, antara lain, Komunitas Menoken AnimHa, Komunitas Menoken Saereri oleh Sanggar Faduru di Kampung Adadikam, Biak, Provinsi Papua dan Komunitas Menoken Domberai di Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, yang akan dilaksanakan, Sabtu (8/6/2024). **














