Pelaku Gunakan Atribut Militer, Kodam Cenderawasih Tanggapi Video Penyiksaan Warga Dalam Drum

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, S.E.,M.M. (foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA— Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, angkat suara menanggapi beredarnya video kekerasan terhadap OAP. Video dengan durasi 16 detik itu tersebar melalui media sosial, Jumat 22 Maret 2024.

Dalam video,  terlihat para pelaku menggunakan atribut militer.

Menurut Candra Kurniawan, Kodam akan menelusuri dan menkonfirmasi kebenaran video tersebut, apakah asli atau hasil editan. Termasuk pelaku apakah anggota TNI atau warga masyarakat yang sengaja berpakaian TNI.

“Potongan video tersebut masih ditelusuri, baik tentang kejadian sebenarnya di mana, kapan, sehingga tidak terjadi kesimpang siuran dalam pemberitaan,” ungkap Candra melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/03/2024) siang.

“Perlu hati-hati  dalam menyimpulkan video yang beredar untuk menghindari spekulasi dan dugaan-dugaan, ” tambahnya.

“Saat ini dilakukan penelusuran video tersebut dan konfirmasi di lapangan. Hasilnya nanti akan kita sampaikan,” ungkap Kapendam.

Jika benar  pelakunya adalah prajurit TNI, maka prajurit tersebut akan ditindak tegas dan diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Karena TNI seperti lembaga atau institusi lainnya yang juga menjunjung tinggi Hukum dan HAM,” katanya.

Ia juga menanggapi beredarnya tuduhan kepada para pelaku yang disebut adalah personel Satgas Yonif 300/R.

Menurutnya, selama bertugas  di Ilaga, Kahupaten Puncak Papua Tengah, hubungan Prajurit TNI dengan masyarakat sangat baik dan harmonis.

“Tidak pernah ada keluhan perilaku keras terhadap masyarakat. Justru masyarakat sangat senang dengan Satgas Yonif 300/R dan diberi kehormatan oleh suku Dani dengan gelar Kogoya dari Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak di Gome, ” jelas Candra. **

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *