1 Ramadhan Jatuh Selasa, Warga Diminta Tunggu Hasil Sidang Isbat

Tim Falakiyah Papua melakukan pemantauan Hilal 1 Ramadhan 1445 H/2024 di Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke, Minggu (10/3/2024). (Foto: Humas Kemenag Papua)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Tim Falakiyah Provinsi Papua dan Balai Besar Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura melakukan pemantauan Hilal 1 Ramadhan 1445 H/2024  di Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Minggu (10/3/2024).

Dalam pemantauan, tak terlihat hilal, karena terhalang awan tebal.

Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua 2024, Dr Hendra Yulia Rahman menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan, maka 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa.

“Tapi tetap menunggu hasil sidang isbat dari Kementerian Agama,” katanya melalui keterangan resmi Kementerian Agama Provinsi Papua, Minggu (10/3/2024).

“Maka hasil pengamatan dan perhitungan itu bahwa hilal tidak terlihat pada sore hari ini. Dengan tidak terlihatnya hilal 1 Ramadhan, maka kita sempurnakan 30 hari di bulan Sya’ban,” jelasnya lagi.

Dijelaskan, pemantauan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, yang diwakili Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam H Musa Narwawan, SAg, MM, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Dr Khaerudin, SH, MHum, Ketua Pengadilan Agama Merauke Suparlan, SHI, MH, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke yang diwakili Plh Yohanna Ramma, MM.

Pemantauan hilal awal Ramadhan 1445 H dilaksanakan serentak pada tanggal 10 Maret 2024 di 134 lokasi di seluruh Indonesia.

Untuk di Papua pemantauan hilal mulai diamati pada Minggu (10/3/2024) pukul 17.54 WIT.

Titik ini dipilih, karena dinilai cukup memenuhi syarat untuk pemantauan hilal, yaitu letak lokasi yang strategis di bagian ujung barat pantai Selatan Merauke, dan mempunyai jangkauan pandang untuk dapat melihat hilal.

“Hasil pengamatan pada sore ini yang pertama kondisi langit tertutup awan tebal, yang kedua ketinggian hilal berkisar di 0 derajat  bahkan ada yang berada di -0 derajat perhitungannya,” ujar Hendra Yulia Rahman yang juga merupakan akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua.

Tim Falakiyah Papua berpose bersama di sela sela pemantauan Hilal 1 Ramadhan 1445 H/2024  di Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke, Minggu (10/3/2024). (Foto: Humas Kemenag Papua)

Senada  dengan itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura menjelaskan, apabila pada hari ini hilal tidak terlihat, maka hari Senin tanggal 11 Maret 2024 masih terhitung 30 Sya’ban 1445 H.

Sebelumnya, di tempat yang sama dalam sambutannya mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, Kabid Haji dan Bimas Islam H Musa Narwawan menyampaikan, Rukyatul Hilal merupakan kegiatan rutin Kementerian Agama untuk memberikan informasi kepada umat Islam.

Kabid Haji dan Bimas Islam juga mengatakan kegiatan Rukyatul Hilal bukan untuk menjadi suatu pertentangan.

“Bukan antara salah dan benar atau melihat dan tidak melihat. Tetapi perbedaan yang berada di tengah kita, mari kita jadikan sebagai khazanah,” ujarnya.

Menurut data yang dirilis BMKG penentuan 1 Ramadhan 1445 H/2024 M, diketahui bahwa pada hari Minggu (10/3/2024) matahari terbenam pada pukul 17.54.14 WIT, terbenam bulan pada pukul  17.54.52 WIT, tinggi hilal 0° -7.73′, elongasi bulan 1° 57.59′ di sebelah Selatan-Atas matahari, azimuth matahari 265° 58.77′ dan azimuth bulan 264° 1.37′.

Keputusan 1 Ramadhan, tentu akan mengacu pada hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI, dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Minggu (10/3/2023) pukul 18.15 WIB.

Sidang ini diikuti Komisi VIII DPR RI, Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Duta Besar negara sahabat, Perwakilan Ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Agenda sidang Isbat juga mencakup Seminar Posisi Hilal pada pukul 17.00 WIB, dan Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadhan 1445 H pada pukul 19.05 WIB.

Turut hadir juga pada kesempatan pemantauan Hilal di Merauke ini Kepala Kantor Stasiun Metereologi Mopah Merauke, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Merauke, Perwakilan Baznas Merauke, Perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Merauke, Pimpinan Pondok Pesantren di wilayah Merauke, para tokoh agama, dan para tokoh masyarakat serta seluruh Tim BBMKG Wilayah V Jayapura. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *