Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, SENTANI—Kebun Tuli Yotoro menggelar panen jagung seluas 2 hektar sejak awal Januari 2024, setelah penanaman perdana bulan September 2023 lalu.
Selain jagung juga ditanam sayur sayuran dan anakan kelor berlokasi di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Kebun Tuli Yotoro adalah kolaborasi antara Komunitas Tuli Jayapura (KTJ) dan Pemuda Yotoro, didukung Samdhana Institut Papua serta Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura.
Penanaman jagung perdana dilakukan Sekda Jayapura, Hana Hikoyabi, Senin (25/9/2023) lalu.
Bibit jagung yang ditanam jenis Super BISI-18 sebanyak 40 kg bantuan dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura.

Ketua Pemuda Yotoro, Anton Marweri mengatakan penanaman jagung tahap kedua direncanakan pekan ketiga Februari 2024, mulai pengolahan lahan.
Anton mengatakan, panen perdana jagung memang hasilnya belum maksimal.
“Kami baru mulai tanam. Tapi penanaman tahap kedua nanti kami upayakan lebih maksimal lagi,” ujar Anton, Senin (12/2/2024).
Hasil panen perdana jagung sebanyak 540 kg, dengan harga jual Rp 5.000/kg. Kini masih tersisa sekitar 500 kg belum dipanen.
Anggota Pemuda Yotoro, Agus Tungkoye mengharapkan penanaman jagung tahap kedua perlu disiapkan bibit yang lebih berkualitas, agar hasilnya juga lebih maksimal lagi.
Anggota Pemuda Yotoro, Merlin Marweri mengatakan pihaknya belajar cukup banyak dari penanaman perdana, tapi kami punya tekat terus tanam jagung,” kata Merlin, yang ikut bantu memasak untuk teman-temannya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura Demisioner atau Purna Tugas, David Zakaria mengaku produksi jagung di Kebun Tuli Yotoro belum maksimal, karena panca usaha tani belum dilakukan dengan efektif, diantaranya pemupukan dan penyiangan.
Oleh sebab itu, terangnya, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura terus memfasilitasi untuk penanaman tahap kedua, seperti pengadaan benih, obat rumput dan penyemprotan.
Sedangkan Samdhana Institut Papua membantu biaya untuk pengolahan tanah, sewa traktor, mesin babat rumput untuk pemeliharaan tanaman.
David menuturkan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura dan Samdhana Institut terus mendampingi dan mendorong KTJ dan Pemuda Yotoro, agar giat mengolah lahan yang cukup luas ini, untuk peningkatan pendapatan dan membuka lapangan kerja baru.
“Jika mereka sudah mandiri baru kita cari lokasi lain, untuk dibimbing lagi,” tandas David.

David bahkan bersedia jadi penyuluh swadaya, mendampingi dan membimbing anak-anak di lapangan, agar mereka tetap ada dalam gerakan kembali ke kebun.
Di Kebun Tuli Yotoro kedepannya, ucap David, bisa dikembangkan komoditi- komoditi lain, seperti sayuran-sayuran dan buah-buahan sebagai pohon pelindung, yang produktif serta tanaman palawija, seperti kacang tanah.
Koordinator Program Samdhana Institut Papua Piter Roki Aloisius mengatakan penanaman jagung perdana ini telah memberikan hasil nyata, walaupun memang tahap awal belum maksimal.
Menurut Roki, hasilnya tentu dipengaruhi banyak faktor, tapi setidaknya sudah memberikan motivasi dengan hasil seperti ini mereka sudah dapat menghasilkan uang.
Meski demikian, tandasnya, pihaknya tak terlalu berharap mendapat produksi tinggi dan tak berorientasi uang. Tapi yang terpenting teman-teman bisa bekerjasama melakukan kegiatan yang positif,” pungkas Roki. **














