Yan Mandenas: Kebijakan Hilirisasi Presiden Jokowi Harus Dilanjutkan

Anggota Komisi VIII DPR RI Yan P Mandenas. (foto: istimewa)

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—  Kebijakan hilirisasi Presiden Jokowi harus dilanjutkan oleh presiden penggantinya karena karena bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian ditegaskan Yan P Mandenas anggota Komisi VIII DPR RI dengan ruang  lingkup tugas di bidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungam Anak saat jumpa pers di Jayapura, Papua, Rabu (07/02/2024).

Hilirisasi adalah proses atau strategi suatu negara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki. Dengan hilirisasi, komoditas yang tadinya di ekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi. Dengan demikian, maka nilai ekspor negara tersebut menjadi lebih besar. Sehingga, mampu meningkatkan perekonomian.

Ditegaskan dari tiga kandidat presiden yang akan dipilih saat pemungutan suara 14 Februari 2024 mendatang salah satunya dipastikan akan melanjutkan kebijakan hilirisasi Presiden Jokowi.

‘’Kita bisa melihat betapa perjuangan Jokowi di periode kedua ini dan hasilnya ari APBN yang kurang lebih sekitar Rp. 2700 triliun/tahun bisa meningkat dengan kebijakan hilirisasi, sehingga pendapatan APBN meningkat terus dan tembus Rp. 3000 triliun/tahun,’’ tandasnya.

Oleh sebab itu kebijakan hilirisasi harus terus dilanjutkan. “Menurut saya kebijakan hilirisasi harus terus dilanjutkan oleh kepemimpinan berikut sebagai mandat dari Pak Jokowi ke Capres 02, yang selama ini terus menggembar gemborkan melanjutkan program kerja  Pak Jokowi di periode yang akan datang,” kata Mandenas.

Dikatakan masyarakat sudah melihat apa yang dikerjakan Presiden Jokowi selama ini, khususnya Pembangunan infrastruktur dan juga bhawa ekonomi kita tetap stabil ditengah krisis keuangan yang melanda banyak negara.

Hampir setiap tahun, Mandenas kunjungan kerja ke luar negeri melihat dari dekat kondisi perekonomian negara-negara sahabat di negara-negara barat, Amerika Latin, Arab, Afrika dan Asia.

“Jadi memang tidak mudah untuk menjaga stabilitas ekonomi kita, di situasi global yang memang akhir – akhir ini masalah ekonomi menjadi masalah yang utama. Sehingga kebijakan pemerintah di semua negara, yang dilakukan adalah stabiltias ekonomi dan juga cadangan pangan dalam negeri,” paparnya.

Diharapkan, mudah – mudahan saja program kerja Presiden Jokowi yang sedang dijalankan saat ini, dengan mendorong investasi, stabilitas ekonomi melalui program hilirisasi ini akan berdampak baik, ketika program ini dilanjutkan.

“Sehingga Pak Jokowi sendiri lebih pro untuk memberikan dukungan kepada Pak Prabowo pada saat proses pencalonan sampai dengan akhirnya mengawinkan Pak Prabowo dengan Gibran sebagai Capres – Cawapres,” ungkapnya.

Selain itu juga tujuan utama adalah program keberlanjutan dari presiden dua periode ini adalah cukup memberikan kenyamanan bagi masyarakat Indonesia karena banyak negara di dunia dengan situasi global saat ini mengalami situasi yang tidak baik – baik saja.

Contohnya negara – negara lain orang hidup susah dengan angka kasus criminal sangat tinggi. Akibat dari banyak orang yang susah dan lapar.  ‘’Namun Indonesia hari ini dengan subsidi yang dilakukan Jokowi. Baik subsidi BBM mencapai Rp. 600 triliun/tahun, kemudian subsidi listrik, bansos yang mana di Kementerian Sosial bisa mencapai Rp. 70 triliun/tahun.  Saya pikir dengan kebijakan dari Pak Jokowi ini yang membuat Indonesia nyaman. Saya harapkan untuk kita lanjutkan di periode berikutnya,” imbuhnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *