Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Pemerintah Daerah (Pemda) Puncak terus mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok dan menekan laju infasi.
Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Puncak Ir Darwin Tobing, ketika memimpin acara tatap muka bersama para pemilik kios di Pasar Ilaga di Aula BPKAD Puncak, Kamis (23/11/2023).
Tobing mengatakan, acara tatap muka ini untuk menindaklanjuti hasil rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bupati Puncak, pasca aksi demo damai 4 November 2023 lalu.
Turut hadir Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, Kasdim 1717 Mayor Inf Inra Surya Hasibuan, Kabag Kesra Setda Petrus, SE dan para pedagang Pasar Ilaga.
Dikatakan dari pantau di lapangan telah terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok yang timpang, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami mendapat cukup banyak informasi dari pelaku usaha bahwa bahan kebutuhan pokok, ternyata berbeda satu sama lain,” kata Penjabat Bupati Puncak.
Melihat ketimpangan harga ini, tuturnya, menuntut pemda melakukan patokan harga terhadap komoditas.
“Kami akan menetapkan harga eceran tertinggi dari komoditas,” tambah Penjabat Bupati Puncak.
Selain itu, tegasnya, pihaknya perlu mengintervensi maskapai, terutama agen-agen ternyata fluktuasi harga ini terjadi lantaran ada permainan dari agen-agen.
“Transportasi dan angkutan udara menjadi faktor utama kenaikan harga kebutuhan pokok. Ini juga menjadi salah satu PR terbesar dalam menstabilkan harga,” terangnya.
Akmal, salah satu pedangan mengatakan, pihaknya menghimbau pemda Puncak menjamin ketersediaan pesawat udara dari Timika ke Ilaga dan menekan tarif flight.
“Jika pesawat udara lancar dan tarif flight dapat ditekan, maka harga kebutuhan pokok menjadi stabil,” ungkap Akmal. **














