PAPUAInside.id, JAYAPURA— 46 kepala sekolah dari 93 sekolah dasar se Kabupaten Peguungan Bintang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS), di di BPMP Kotaraja, Jayapura, Rabu (14/06/2023).
Bimtek dibuka Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M.Si didampingi Wakil Bupati Kris Bakweng Uropmabin, ST.
Bimtek ini, kata Bupati Spei sangat penting bagi seluruh kepala sekolah karena seluruh sistem keuangan sudah online sehingga dalam mengelola keuangan terutana dana BOS bisa mencapai sasaran dan juga untuk tertib administrasi.
“Semua sistem keuangan negara sekarang online. Tapi saya lihat Dana BOS selama ini banyak yang pakai habis di Jayapura, Oksibil dan Bovendigoel. Karena kepala sekolah dan guru pakai sembarang, sama dengan pengggunaan dana desa. Sekarang harus ubah mindset itu supaya setiap sekolah tertib administrasi,” tegas Bupati Spei saat membuka kegiatan Bimtek.
Wakil Bupati Pegubin, Kris Bakweng Uropmabin, ST berharap para kepala sekolah dapat mengikuti dengan baik agar bisa mengelola rencana dan anggara sekolah, terutama dana BOS.
“Jangan kita hanya menjadi pengguna anggaran yang baik tetapi tidak menjadi pelapor anggaran yang baik. Artinya, mulai sekarang harus tertib administrasi dan gunakan anggaran sekolah sesuai kebutuhan. Sebab kita tahu wajah pendidikan itu menunjukkan wajah peradaban suatu daerah,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang, Drs. B. Aquino Uropmabin, dalam sambutannya mengatakan tujuan Bimtek ARKAS ini adalah untuk menambah pengetahuan para kepala sekolah dalam hal mengelola anggaran.
“Tetapi saya mau sampaikan, ada banyak sekolah yang tidak bertanggungjawab. Tidak disiplin. Kami akan rekomendasi kepada bupati, ke depan beberapa harus dipecat,” tegas Aquino.
Aquino berpesan agar para kepala sekolah sebagai guru dan pendidik agar memperhatikan kemajuan pendidikan anak-anak di Pegunungan Bintang sebagai generasi pelanjut untuk memimpin dan membangun daerahnya.
“Jadi saya minta para kepala sekolah yang ada harus rajin kerja. Karena saya pernah tahan gaji dan kalian stress kan. Harus kerja kerja dan kerja. Kerja cepat, ini kita mendidik anak sekolah jadi generasi harapan Pegunungan Bintang, bukan malas-malasan dan jarang masuk kerja,” tegasnya. **














