PAPUAInside.id, NABIRE— Pj Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM meminta Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menyelesaikan masalah stunting di Kabupaten Nabire yang jumlahnya 900 anak dalam waktu sepekan.
“Saya tidak mau tau, dimulai dari 27 kasus di Kampung Wami yang mengalami stunting, dinas kesehatan harus sudah menyasar 900 anak yang mengalami stunting di Kabupaten Nabire dalam waktu 1 minggu ini. Setelah itu kita tuntaskan di 7 kabupaten lainnya dan dalam 3 bulan ini, kita sudah harus selesai menyisir anak-anak kita yang mengalami stunting,” tegas Ribka Haluk usai melaunching Gerak Cepat Atasi Stunting di Nabire, Jumat (06/10/2023).
Ribka menambahkan perlu juga dilakukan sosialisasi pencegahan stunting yang semestinya dilakukan dengan upaya mencukupi kebutuhan gizi sejak anak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Sosialisasi terus dilakukan, diikuti dengan kesadaran akan kewajiban menjaga kesehatan.
“Jadi kita juga siapkan kader pendamping, dengan jumlah 1 orang menangani 4 orang anak. Nanti para kader inilah menjadi ujung tombak di lapangan untuk memantau perkembangan anak-anak dalam gangguan stunting dan juga melakukan sosialisasi,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si menyampaikan terima kasih kepada Penjabat Gubernur Papua Tengah, yang melakukan intervensi terhadap pelayanan pemerintahan di Nabire khususnya dalam penanganan stunting.
“Dengan hadirnya provinsi baru ini, dengan 8 kabupaten di dalamnya, maka dari itu pelayanan semakin dekat dan semakin maksimal. Maka itu saya atas nama seluruh Masyarakat di Kabupaten Nabire mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi. Hari ini kami melihat dan merasakan langsung hadirnya provinsi baru ini ditengah-tengah masyarakat,” tuturnya. ** (*/ist)














