Keluarga Mengaku Ada Hal Janggal di Balik Tewasnya Michelle

Ibu kandung Michelle, Elizabet Mandosir (kanan) saat diwawancarai wartawan di RS Bhayangkara. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.id)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Pembunuhan terhadap aktivis perempuan Michelle (31) minyisahkan duka mendalam bagi keluarganya.

Elizabet Mandosir, ibu kandung Maikelin Mandosir Kurisi atau yang dikenal dengan nama Michelle Kurisi Doga pun ikut bersuara.

Ia mengaku pihak keluarga merasa janggal dengan kasus terbunuhnya Michelle. Michelle diketahui tewas, setelah dianiaya sekelompok orang yang diduga adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Saya melihat ada keganjalan yang hari ini terjadi, yang hari ini kami lihat, dengar. Bahkan di video yang kami lihat tidak sesuai dengan kenyataan anak kami. Ada sesuatu yang tidak beres, apa lagi saya mantan seorang perawat. Dari video awal, dan yang kami lihat, dengar dan baca itu tidak sesuai setelah melihat jenazah anak kami, ” ungkap Elizabet,  kepada wartawan di RS Bhayangkara, Kotaraja, Jayapura, Jumat (1/9/2023) malam.

Melihat keganjalan yang ada, ia lantas meminta pihak kepolisian untuk melakukan autopsi. Ia mengaku, ingin mengetahui dengan akurat penyebab kematian Michelle.

“Jadi, saya minta kepada Kapolres Wamena tadi agar diautopsi. Saya ingin data yang akurat, supaya jelas, saya ingin hasil yang terbaik supaya saya tahu, kematian anak saya ini kenapa, ” ujarnya.

Kepergian Michelle baru diketahui keluarga dari media sosial.

Michelle, sempat pamit ke orang tuanya ketika hendak pergi ke Nduga.

Sang ibu menjelaskan telah melarang Michelle pergi ke daerah itu.

“Saya bilang, anak, itu sangat berbahaya untuk kamu, kenapa kamu harus pergi ke sana. Dan ternyata, tiga hari kemudian, saya  lihat jasad anak saya dianiaya oleh oknum-okum yang tak bertanggungjawab, ” ucap Elizabet.

Jenazah Michelle ditemukan aparat dan masyarakat pada Kamis (24/8/2023) lalu.

Setelahnya jenazah Michelle diterbangkan ke Jayapura dan atas permintaan keluarga, Michelle diautopsi.

Belum ada keterangan hasil autopsi dari pihak kepolisian.

Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr Nariyana saat ditemui wartawan mengatakan, autopsi berjalan lancar.

Kata dia, autopsi dilakukan atas permintaan pemintaan penyidik dari Damai Cartenz. Tentu atas persetujuan keluarga.

“Autopsi berlangsung dari pukul 18.00 WIT. Keluarga memang menginginkan, apa lagi ibunya adalah perawat.

Satu korban jika tidak dilakukan autopsi, maka kita tidak akan tahu penyebab kematiannya. Tujuannya untuk mengetahui kondisi korban dan jenis dugaan kekerasan yang dialami dan untuk mengetahui sebab kematian korban. Kita berusaha melayani secepatnya, ” kata dr. Nariyana.

Pantauan Papuainside. id, autopsi berjalan hingga pukul 12. 45 WIT dini hari.

Setelahnya jenazah Michelle langsung diantar ke rumah duka di Jalan Serui 2 Nomor 3, Dok IX Jayapura Utara, Kota Jayapura, yang sebelumnya dilakukan doa dari keluarga.

Rencananya Michelle akan dikebumikan pada Sabtu (2/9/2023) di Pemakaman Umum Pasir 2, Jayapura.

Sebelumnya, pada Selasa (29/8) beredar video eksekusi korban yang diduga dilakukan KKB.

Video itu memperlihatkan, Michelle terduduk seperti tengah diinterogasi kelompok tersebut.

Setelahnya, terlihat Michelle sudah terbaring di tanah. Video ini diklaim oleh Pasukan TPNPB Batalyon Egisu Kodap III Ndugama. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *