Kapolda Papua Petakan 12 Daerah di Papua Rawan Konflik Saat Pemilu

Polisi saat menjaga keamanan di Nduga. (Foto : Humas Polda Papua)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAInside.Id, JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri menyatakan bahwa pihaknya tengah memetakan 12 daerah (kabupaten/kota) di Papua sebagai daerah rawan konflik saat Pemilu 2024 mendatang.

Daerah rawan Pemilu itu adalah daerah yang dipetakkan sebagai daerah rawan kamtibmas oleh Polda Papua.

Kata dia, daerah tersebut adalah Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Puncak, Nduga, Lany Jaya, Puncak Jaya, Yahukimo, Pegubin dan termasuk Wamena, Tolikara juga Yalimo.

“Daerah  ini menjadi antisipasi Polda Papua agar tidak berulang lagi dampak dari Pemilu,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (10/7/2023).

Polda Papua juga telah meminta semua pihak termasuk KPU dan Bawaslu agar betul-betul mengontrol data Daftar Pemilih Tetap (DPT).  Menurutnya DPT lah yang banyak menjadi penyebab konflik politik saat Pemilu digelar.

Selain itu, ia menginginkan ada upaya agar penerapan system ikat dapat dikurangi.

“Saya mau kita secara bertahap mengurangi system ikat noken. Karena bagi saya itu selalu menimbulkan korban dari Pemilu,” ungkapnya lagi.

Kapolda juga mengatakan bahwa ia akan melakukan coffee morning keliling di beberapa daerah DOB, hal ini dilakukan untuk membangun komunikasi agar tercapai Pemilu yang aman.

“Nanti setelah ini saya mulai lakukan coffee morning, mulai dari Pegunungan Tengah, kita bicara di sana supaya Pemilu 2024 ini tidak lagi melahirkan konflik-konflik, jadi  semua pihak kawal bersama-sama,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *