Oleh: Faisal Narwawan
PAPUAinside. Id, Jayapura—Untuk memperkuat hubungan persaudaraan, Himpunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA) Papua, menggelar halal bi halal di Pantai Ciberi, Kota Jayapura, Minggu (4/6/2023) kemarin.
Halal bi halal dihadiri segenap pengurus dan warga HIKMA Papua juga sesepuh HIKMA, beberapa pejabat di Jayapura dan ketua-ketua Pilar HIKMA.
Ketua Umum HIKMA Papua, Edi Jaya Karateng dalam sambutannnya mengatakan, Halal bi Halal yang dilaksanakan tak terlepas dari Hari Raya Idul Fitri tahun ini, sehingga diharapkan warga HIKMA saling memaafkan dan meningkatkan persaudaraan. Ia pun mengajak warga HIKMA Papua untuk lebih berpikir maju dan melibatkan diri dalam pembangunan di Tanah Papua.
“Kita harus saling berkoordinasi dan saling menjaga untuk terlibat dalam membangun Papua dengan tetap berpegang pada ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, ‘ sehingga kita harus menghormati adat istiadat di Papua, ” kata Edi Jaya Karateng.

Di tempat yang sama, Penasehat Kerukunan Keluaga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Jayapura dan juga Wakil Ketua KKSS Provinsi Papua H. Darwis Massi mengapresiasi pilar HIKMA Papua.
“Saya anggap HIKMA Papua adalah paguyuban tertua yang pertama masuk ke Tanah Papua, itu tidak bisa dipungkiri dan banyak yang berhasil,” ungkap Darwis Massi.
Ia juga mengakui bahwa Paguyuban HIKMA Papua sangat mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat Papua.
“Sehingga muncullah asimilasi, hidup berdampingan dengan orang Papua, bahkan ada yang menikah dengan orang Papua, ” katanya lagi.
Melihat tumbuhnya pilar-pilar dari KKSS yang semakin profesional di Papua, pihaknya pun mengapresiasi semua pilar termasuk HIKMA.
“Sehingga beban tugas KKSS semakin berkurang dan kita tinggal memantapkan fungsi koordinasi dan komunikasi antar sesama pilar, ” Jelasnya.
Diakhir sambutannya, Darwis Massi berpesan agar HIKMA Papua mempertahankan organisasi yang tak bersifat eksklusif. Artinya warga HIKMA diminta untuk berbaur dengan siapapun.
“Eksklusif itu kita hanya melihat orang Enrekang sendiri, di luar itu kita tidak perlu bantu, tidak perlu tolong. Tidak seperti itu, harus kita berbaur ke siapa saja, harus mempunyai sifat inklusif atau bisa berinteraksi dengan siapapun,” pesannya.
Hal ini penting disampaikan, karena dengan berinteraksi dengan siapapun, HIKMA Papua, menurutnya akan mampu berperan aktif dalam membangun Papua.
“Inklusif bukan eksklusif, sehingga di tanah rantau ini kita mampu berkontribusi membangun tanah Papua bersama masyarakat yang ada dan ini sudah dilakukan masyarakat Enrekang, ” tutupnya.
Dalam acara tersebut pun disampaikan hikma Halal bi Halal oleh Ustadz Muhammad Taslim.
Ia dalam ceramahnya juga mengajak warga HIKMA saling kenal mengenal dan saling memaaafkan di momen tersebut. **














