Soal Penyanderaan Pilot Susi Air, Kodam XVV/Cenderawasih Kedepankan Komunikasi

Mayjen TNI Izak Pangemanan bersama mantan Pangdam Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, dalam sesi door stop di Makodam Cenderawasih. (Foto: Faisal Narwawan/Paapuainside.id)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside. id, JAYAPURA—Mayjen TNI Izak Pangemanan resmi menjabat Panglima Kodam XVII/Cenderawasih.

Kepada wartawan di Makodam Cenderawasih, Izak Pangemanan menegaskan akan melibatkan seluruh lapisan  masyarakat untuk menyelesaikan dan membangun Papua.

Ia memandang, masalah Papua adalah persoalan bangsa sehingga perlu bergandengan dalam menyelesaikannya.

Ia pun menanggapi meningkatnya aktitas kelompok bersenjata di Papua yang terus melakukan teror termasuk persoalan penyanderaan Pilot Susi Air Kapten Philip Mehrtens.

Kata Mayjen  Izak Pangemanan, penanganan pencarian pilot terus berjalan.  Upaya pencarian masih dilakukan.

Ia mengatakan, TNI tak menghendaki adanya pertumpaham darah di Papua.  Untuk itu TNI dalam hal ini Kodam Cenderawasih akan mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Karena satu tetes darah akan ‘membakar’ permasalahan yang sangat banyak. Sehingga kita  tetap mengedepankan komunikasi yang baik.

Pembebasan pilot tetap diupayakan, ” kata Pangdam Izak Pangemanan dalam sesi door stop  di Makodam Cenderawasih,   Kamis (25/5/2023) siang.

Kodam Cenderawasih juga terus bergandengan tangan bersama para tokoh di Papua untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

kelompok tersebut kata Pangdam, sejatinya belum mengerti dan memahami persoalan yang ada.

“Memang ada kelompok yang menggangu keamanan, tetapi  kalau kita tanam padi dalam satu lahan,  yang tumbuh bukan saja padi, tapi juga alang-alang. Ini  bukan berarti kita tebang semua satu lahan, hanya alang-alang saja yang kita bersihkan.

Dalam hal ini, mereka adalah adik-adik kita, anak-anak kita, yang mungkin mereka belum mengerti, kita kasih pengertian, yang mungkin belum paham, kita kasih pemahaman, sehingga semua yang sudah diprogramkan pemerintah bisa berjalan,” jelasnya lagi.

Ia menyebutkan, Kodam XVII/Cenderawasih akan berperan menjadi jembatan untuk permasalahan yang ada.

“Dulu saya Danrem 172 saya selalu tegaskan agar prajurit  kenali permasalahan yang ada, datangi permasalahan dan layani berikan solusi,” katanya.

Kodam Cenderawasih pun  siap menjadi mediator dalam menyelesaikan masalah yang ada.

“Sebenarnya daerah ini bukan daerah rawan, daerah ini daerah aman,  kalaupun ada  beberapa daerah yang menjadi masalah itu tidak semua Papua, ” tutup Pangdam. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *