Oleh : Faisal Narwawan|
PAPUAInside. id, JAYAPURA— Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) khususnya pimpinan Egianus Kogoya diminta taat adat dan bebaskan sandera Pilot Susi Air Kapten Philip Mehrtens.
Kapten Philip disandera KKB Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023. Sudag tiga bulan lebih sang pilot bersama kelompok tersebut.
Permintaan tersebut disampaikan Tokoh adat Papua Yanto Eluay yang juga putra tokoh Papua Theys Hiyo Eluay.
“Ada cara-cara yang manusiawi yang bisa kita lakukan untuk minta sesuatu. Kami selaku tokoh adat, berharap Egianus Kogoya taat dengan norma adat, hukum adat,” kata Yanto Eluay kepada wartawan di Jayapura, Kamis (11/5/2023).
Yanto Eluay yang juga Ondofolo di Sentani mengatakan, selaku masyarakat adat harusnya Egianus Kogoya memakai cara-cara yang lebih manusiawi dan beradab.
Ia memandang, apa yang dipedomani KKB bahwa penyanderaan dilakukan karena harus memisahkan diri dari NKRI adalah hal yang salah.
“Kalau saudara (KKB) menuntut untuk lepas dari NKRI, saya kira ini bukan cara-cara yang baik,” ungkapnya.
Kata dia, rakyat Papua telah berjuang dan hasilnya adalah Otsus.
Otsus sebenarnya kata Yanto Elauay adalah solusi dalam mensejahterahkan rakyat Papua. Ini adalah jawaban dan solusi tuntutan masyarakat Papua sebelum era Otsus.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi Presiden Jokowi dalam menangani Papua. Termasuk mengambil langkah membebaskan Pilot Susi Air dengan melibatkan orang Papua .
“Beliau memberi ruang kepada masyarakat Papua sendiri, termasuk memanggil Lenis Kogoya untuk membicarakan hal ini,” jelasnya lagi.
Ia pun mengajak seluruh tokoh adat di Papua, tokoh masyarakat, tokoh gereja dan pemerintah supaya berkolaborasi, mencari solusi dari kasus penyanderaan tersebut.
“Jangan kita hanya menyikapi soal operasi TNI – Polri saja, tapi tidak merespon yang lain, saya pikir kalau kita bersatu hal ini akan ada solusi, ” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa semua pihak memahami bahwa aktifitas KKB sangat mengganggu masyarakat.
“Karena akibat aksi-aksi KKB aktifitas masyarakat terganggu, termasuk pelayanan pendidikan dan kesehatan. Padahal ini untuk orang Papua, ” tutupnya.
Pilot Susi Air Kapten Philip Mehrtens disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 di lapangan terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Terhitung tiga bulan lebih Kapten Philip disandera dan belum dibebaskan. Pemerintah, TNI dan Polri pun masih melakukan upaya pembebasan. **














