Oleh: Makawaru da Cunha
PAPUAInside.id, JAYAPURA—PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan ketersediaan BBM dan Elpiji mencukupi di masa Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2023.
Demikian disampaikan Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku I Ketut Permadi Aryakuumara, didampingi Region Manager Retail Sales Papua Maluku Drestanto Nandiwardhana, Region Manager Corp Ops Serv Papua Maluku I Komang Astawa dan Ast. Manager Fuel Operation Mohamad Sori, ketika Press Conference Satgas RAFI 2023 di Pondok Apung Tomarokai, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (04/04/2023)
Aryakuumara menjelaskan, persiapan dan kesiapan PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku dalam rangka mengawal pelaksanaan Satgas RAFI 2023 dimulai sejak tanggal 1 April 2023 hingga 2 Mei 2023.
Dikatakan Satgas RAFI 2023 fokus pada lima layanan. Pertama, layanan energi di fuel terminal, terminal elpiji, DPPU hingga sarfas lembaga penyalur baik SPBU, agen elpiji maupun juga agen BBM industri.
Kedua, layanan di remote area, untuk memastikan bahwa konsumen yang berada di wilayah-wilayah ini juga bisa mendapatkan layanan yang maksimal di masa Satgas RAFI 2023.
Ketiga, melaksanakan pengecekan seluruh sarfas Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku, baik yang ada Depot kemudian di DPPU, SPBU, untuk menghindari terjadinya kejadian-kejadian yang tak diinginkan, yang bisa mengganggu kehandalan suplai energi di wilayah Papua Maluku.
Keempat, layanan promosi terkait dengan My Pertamina.
Menurut Aryakuumara, stok BBM dan elpiji untuk RAFI 2023 masing-masing minyak tanah lebih dari 20 hari, elpiji lebih dari 80 hari, Pertalite lebih dari 40 hari, Pertamax lebih dari 29 hari, solar lebih dari 16 hari dan avtur lebih dari 21 hari.
Sementara itu, Region Manager Retail Sales Papua Maluku Drestanto Nandiwardhana mengatakan, dalam rangka Satgas RAFI 2023 tentu akan ada peningkatan mobilitas masyarakat.
Dikatakan Drestanto, pihaknya sudah memetakan dan memprediksi bahwa untuk mobilitas masyarakat melalui moda udara atau pesawat terbang di regional Papua Maluku diperkirakan akan mengakibatkan penambahan kebutuhan avtur sebanyak 13 persen, untuk angkutan laut, baik ASDP ataupun Pelni diprediksikan akan membutuhkan kenaikan bahan bakar sekitar 15 persen, kemudian untuk mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur darat yang berbahan bakar bensin kebutuhannya akan meningkat sekitar 4 persen.
Namun khusus bahan bakar solar untuk transportasi darat diperkirakan akan terjadi penurunan 7 persen, karena aktivitas logistik akan berkurang pada saat RAFI 2023.
Selanjutnya, untuk kebutuhan memasak di bahan bakar jenis minyak tanah dipredisksi akan ada kenaikan sekitar 8 persen, untuk elpiji akan ada kenaikan sekitar 3 persen.
Selain itu, terangnya, pihaknya juga mengantisipasi kebutuhan bahan bakar untuk sektor di luar pertamina yakni di PLN diperkirakan akan ada kenaikan 14 persen.
Dikatakan, pihaknya juga menyiapkan 18 SPBU Siaga, 15 Agen Elpiji Siaga kemudian Pertamina Delivery Service (PDS) layanan pengantaran baik BBM ataupun elpiji.
Untuk bahan bakar disiapkan 5 unit PDS, untuk elpiji 15 unit kemudian juga extra dropping minyak tanah dalam rangka antisipasi Satgas RAFI.
”Jadi dengan kesiapan-kesiapan yang sudah kami lakukan kami harapkan masyarakat tak perlu kwatir untuk kekurangan energi baik BBM ataupun elpiji selama masa Satgas RAFI 2023 ini,” ujarnya. **














