Kronologis Susi Air Dibakar KST di Bandara Paro Nduga

Pesawat Grand Caravan milik Maskapai Susi Air. (Istimewa)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA–Pesawat Pilatus Porter Susi Air dilaporkan dibakar Kelompok Separatis Teroris (KST), sesaat setelah landing di Bandara Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (7/2/2023).

Pesawat Pilatus Porter Susi Air dengan Nomor Penerbangan SI 9386 tujuan Timika – Paro – Timika hingga kini tak bisa dihubungi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya pada Selasa (7/2/2023) menyampaikan kronologis pesawat Pilatus Porter Susi Air di Bandara Paro.

Ia  menyebutkan, pesawat tersebut lost kontak, setelah mendarat di Paro.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari pihak Maskapai Susi Air seharusnya pesawat tersebut sudah kembali ke Bandara Mozes Kilangin,  Kabupaten Mimika pukul 07.40 WIT.

Lebih lanjut disampaikan, Pesawat Pilatus Porter Susi Air diduga ditahan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga Pimpinan Egianus Kogoya.

“Ya, sudah landing, tapi hingga kini belum bisa di hubungi pihak penerbangan,” kata Ignatius Benny, Selasa (7/2/2023).

Ia membeberkan bahwa berdasarkan data dari District Manajer Susi Air Wilayah Timika, Jeremy Jordan Rumi diketahui pukul 05.33 WIT, pesawat Pilatus Porter Susi Air take-off dari Bandara Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika menuju Bandara Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga.

Pukul 06.17 WIT, pesawat Pilatus Porter Susi Air  landing di Bandara Paro. “Tapi pukul 09.15 WIT, hingga kini pesawat belum kembali dari Distrik Paro,” katanya.

Pesawat Pilatus Porter Susi Air diketahui dipiloti  Philips M (37) dengan 5 penumpang. Masing-masing Demanus Gwijangge (laki-laki), Minda Gwijangge  (perempuan), Pelenus Gwijangge (laki-laki), Meita Gwijangge (perempuan) dan Wetina W (bayi).

Sebelumnya, dilaporkan pesawat naas tersebut terlihat mengeluarkan asap tebal di Bandara Paro.  Tak diketahui apakah pesawat dibakar atau terbakar.

Hingga kini pilot dan penumpang pun belum diketahui nasibnya. **