Terbengkalai, Gedung UPTD Balai Benih Laut di Pulau Mansinam

Kondisi Gedung Balai Benih Laut di Pulau Mansinam yang terbengkalai dan belum pernah dimanfaatkan sejak dibangun 2010 lalu. Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw, M.Si meninjau langsung ke lokasi. (foto: Tim Media PJPB)

PAPUAInside.com, MANOKWARI— Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw. Msi menemukan asset pemerintah yang terbengkalai di Pulau Mansiman saat melakukan blusukan, Sabtu (14/01/2023).

Blusukan ke Mansinam untuk mengecek persiapan HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 2023 mendatang yang menurut rencana akan dihadiri Wakil Presiden RI.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Asisten II, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Muda Mofu (KTU UPT), Welly Rumsayor (Kepala Kampung Mansinam), Hengky Kaywae (Mantan Bid Budidaya).

Asset terbengkalai yang ditemukan tersebut  adalah Gedung UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan UPTD Balai Benih Laut Mansinam yang dibangun sejak tahun 2010.

Gedung UPTD BBL (Balai Benih Laut) Mansinam dibangun pada Tahun 2010 dengan Sistem Tanah yang dikontrak oleh Bappeda  Papua Barat dengan mendatangkan ahli dari China ; untuk penelitian.

Sarana yang dibangun adalah gudang, bak penampungan air laut, rumah pompa air dan genset pembangkit listrik. diperuntukan untuk budidaya ikan gerapu bebek.

Namun pada pelaksanaanya mendapatkan beberapa kendala teknis, yakni mesin pompa air mengalami kerusakan dikarenakan kapasitas tenaga yang kurang untuk ukuran pipa air yang besar

Kemudian pada tahun 2015 Bappeda menyerahkan pengelolaan UPTD kepada Dinas Kelautan dan Perikanan namun hingga sampai saat ini belum dapat beroperasi dan termanfaatkan.

Menyikapi kondisi tersebut, Penjabat Gubernur Papua Barat menuturkan, RAP Provinsi Papua Barat Th 2023 sedang disusun dan pengembangan dan pemanfaatan potensi kelautan menjadi salah satu prioritas RAP Provinsi Papua Barat.

“Masyarakat harus mendukung kebijakan pemerintah untuk penambahan sumber ekonomi pendapatan masyarakat agar lebih mandiri, pemanfaatan potensi laut menjadi perhatian dikarenakan potensi hutan harus tetap dijaga untuk peberlangsungan provinsi konservasi,” ujar gubernur.

Sementara warga setempat juga memberikan aspirasinya  bahwa selama ini masyarakat lokal di pulau Mansinam tidak pernah dilibatkan sebagai pekerja dalam pembangunan maupun pengoperasian Balai UPTD

Masyarakat mendukung sepenuhnya kebijakan pembangunan oleh pemerintah dengan syarat dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Lokal.

Untuk pemanfaatan UPTD Balai Benih Laut tersebut, gubernur berencana untuk menjadikannya  tempat pengembangan budidaya ikan hias laut, pengembangan budidaya rumput laut atau alih fungsi sebagai pangkalan pendaratan ikan dan cold storage, maupun alih fungsi pemanfaatan lainnya yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di Pulau Mansinam.

Selanjutnya akan dibentuk Tim Percepatan Pengelolaan dan Pemanfaatan UPTD Balai Budidaya Laut untuk memperbaiki dan mengelola UPTD serta memetakan dan memanfaatkan potensi-potensi lain di Pulau Mansinam untuk menambah nilai ekonomi masyarakat. **