Aksi KKB di Papua Selama 2022, 58 Orang Meninggal Dunia

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, SIK, didampingi Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, SIK dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, ketika Siaran Pers Tentang Refleksi Akhir Tahun 2022. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Sebanyak 58 orang meninggal dunia dan 27 orang mengalami luka selama tahun 2022 dalam aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua.

Dalam kasus tersebut terdapat korban dari TNI/Polri dan masyarakat yaitu anggota TNI meninggal dunia sebanyak 10 orang dan 14 orang luka, anggota Polri 4 meninggal dunia, 3 orang mengalami luka serta masyarakat meninggal dunia sebanyak 39 orang dan luka 10 orang. Sementara korban dari KKB sebanyak 5 orang.

Demikian disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol  Mathius D. Fakhiri, SIK, didampingi Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, SIK dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, ketika menggelar  penyampaian catatan akhir tahun 2022, terkait dengan capaian kinerja dan Prediksi serta Antisipasi Perkembangan Kamtibmas Tahun 2023.

Kegiatan tersebut berlangsung  di Aula Rastra Samara, Polda Papua, Jayapura, Rabu (28/12/2022).

Kapolda menyampaikan, terjadi penurunan sebanyak 16 kasus dari 106 kasus di tahun 2021 menjadi 90 kasus di tahun 2022 yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

“KKB masih menjadi ancaman yang menimbulkan ketakutan bagi warga masyarakat khususnya pendatang,” ujar Kapolda.

Oleh karena itu, tuturnya, aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan dalam penanganan KKB.

Pemerintah daerah, khususnya para Bupati, SKPD dan DPRD diminta untuk tampil di depan agar masyarakat tidak merasa canggung terlibat dalam kegiatan Kepolisian.

“Polda Papua memaksimalkan upaya pendekatan yang lebih humanis, yang diharapkan bisa menjawab berbagai permasalahan yang selama ini kerap menjadi faktor pemicu terjadinya gangguan keamanan di tengah masyarakat,” imbuh Kapolda. **