Yayasan Kitong Bisa Berhasil Gandeng Mitra Nasional dan Internasional Bangun Papua Selatan

Penjabat Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama tim dari Yayasan Kitong Bisa Foundation. (foto: Yayasan Kitong Bisa)

PAPUAInside.com, MERAUKE—PJ Gubernur Papua, Apolo Sapanfo memuji Yayasan Kitong Bisa atau Kitong Bisa Foundation (KBF) yang selama lima tahun ke belakang telah berhasil menggandeng mitra pembangunan nasional dan internasional membangun Merauke sebagai Ibukota Provinsi Papua Selatan.

Hal tersebut disampaikan PJ Gubernur Papu Selata Apolo Safanpo, kepada Tim Lapangan Yayasan Kitong Bisa di Hotel Swissbell, Merauke, Kamis (15/12/2022).

Dalam pertemuan tersebut, hadir Andrew Richard Samara selaku staf lapangan proyek KBF di Papua Selatan yang menjelaskan dua proyek perlindungan lingkungan, yang saat ini sedang dikerjakan oleh Yayasan Kitong Bisa. Adapun proyek-proyek tersebut ialah Permata Project yang dilakukan bersama Samdhana Institute dengan pendanaan dari NICFI Norwegia, serta Inkubasi Bisnis di lokasi Restorasi Gambut yang menggandeng BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove).

Adapun kedua projek tersebut melatih ratusan Masyarakat adat dan Orang Asli Papua untuk dapat melindungi kelestarian hutan, mangrove dan gambut, tetapi dapat menghidupi dirinya dan keluarga dengan kegiatan usaha kecil dan menengah yang ramah lingkungan.

KBF memberikan pendampingan UMKM Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan hutan yang telah berlangsung di awal tahun 2022.

Program kedua Yayasan Kitong Bisa di Papua Selatan adalah Pendidikan Nonformal. Hadir Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Kitong Bisa Learning Center (KBLC) Merauke Ester Yemima.

Ester menjelaskan program-program pendidikan, literasi, dan perkembangan karakter anak-anak suku-suku asli Papua Selatan di Kota Merauke dan sekitarnya. Program pusat belajar ini telah berjalan sejak tahun 2018, peserta didik sekarang 40 orang dengan lulusan lebih dari 200 orang. Beberapa di antaranya telah mendapatkan beasiswa dari hasil kerjasama Yayasan Kitong bisa bersama beberapa kampus antara lain PPM School dan program Asrama Nusantara.

PJ Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo berterimakasih atas dampak positif terhadap pembangunan di Papua Selatan yang telah diciptakan oleh KBF dan mengajak KBF menjadi mitra Pembangunan Pemerintah Pemerintah Provinsi Papua Selatan dalam jangka panjang.

Sebagai tindak lanjut, Apolo meminta diadakan rapat perencanaan pembangunan bersama KBF dan akan meminta Disperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi) dan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan untuk bermitra bersama dan bekerja dengan Yayasan Kitong Bisa.

Untuk diketahui, KBF adalah Yayasan yang berdiri pada tahun 2006 yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, perlindungan lingkungan, dan pengembangan teknologi. KBF menerima berbagai hibah dari nasional maupun Iinternasional untuk melaksanakan program-programnya

KBF juga memberikan pendidikan secara cuma-cuma untuk meningkatkan literasi, calistung, dan kemampuan berbahasa asing kepada anak-anak kurang mampu di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini, pusat belajar Kitong Bisa terdapat di 10 titik yang terdapat di Yapen, Jayapura, Merauke, FakFak, Sorong, Beo, Arborek, Timika, Jakarta, dan Sentani yang menjangkau hampir 1,000 anak didik.

KBF menargetkan untuk membangun 100 titik KBLC di seluruh Indonesia, sehingga dapat menjangkau 10.000 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu agar dapat mengakses layanan pendidikan non-formal setiap tahunnya. **