PAPUAInside.com, TIMIKA- Bupati Puncak Willem Wandik, SE.M.Si, menyampaikan pengalamannya hampir sembilan tahun memimpin Kabupaten Puncak pada penutupan sidang paripurna RAPBD Kabupaten Puncak 2023 dan Reperda Non APBD masa sidang kedua tahun 2022, di Hotel Grand Moza, Timika Kamis (08/12/2022).
“Periode kedua ini saya kurang beruntung. Dilantik 2018 sudah mau jalan, kita masuk pandemi Covid-19, akibatnya terjadi pengurangan dana, dan tahun 2021 – 2022 kondisi eskalasi keamaan yang luar biasa, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.
“Pengalaman memimpin selama 9 tahun, walaupun ada masalah, ada persoalan, tapi kami rasakan sama-sama, satu hal yang saya liat adalah soal masalah keamanan, saya sendiri mengeluh soal keamanan, masyarakat mengeluh soal keamanan, TNI/Polri juga mengeluh soal keamanan, DPRD juga mengeluh soal keamanan, bahkan pendeta juga mengeluh soal keamanan, bahasa yang sama dikeluarkan oleh semua orang yang hiup di Kabupaten Puncak, hanya soal keamanan, itu artinya bahwa jika keamanan bisa kita sepakat bersama untuk aman, maka Puncak pembangunannya luar biasa,” tambah Bupati.
Kata Bupati, mengapa dirinya mengatakan luar biasa kondisi kabupaten Puncak saat ini? karena melihat dari sarana transportasi yang hanya menggunakan pesawat udara berbadan kecil hanya bermuatan 1,3 ton saja, pemerintah bisa berbuat sesuatu di Kabupaten Puncak dari tidak ada menjadi ada.
“Ya teman-teman daerah lain itu bisa lewat udara, darat dan laut, bahkan daerahnya aman sehingga mereka menikmati pembangunan, namun kalau kami di Puncak hanya lewat udara bahkan keamanan juga sangat mempengaruhi, tapi kami bisa berbuat sesuatu, dari tidak ada menjadi ada, itu yang saya bahagia,” kata Bupati.
Salah satu contoh Kata Bupati,adalah pembangunan listrik PLTMH, untuk listrik 1 x 24 jam,maka pihaknya membeli pesawat carebouw meski akhirnya jatuh, begitupun banyak hal yang sudah buat, harga sembilan bahan pokok yang awalnya mahal, namun dengan subsidi,termasuk membuka grosir-grosir di titik sentral, beli tiga dua pesawat grand karavan, akhirnya harga sembako sudah bisa turunkan.
“Bahkan kita ciptakan lapangan kerja melalui perusahan daerah, PLTMH dan grosir, pesawat, menerima karyawan, ini yang luar baisa,” tuturnya.
Bupati mengatakan, untuk penghujung akhir jabatannya tahun 2023, akan fokus pada penyelesaian sejumlah kegiatan fisik seperti rumah Dinas Bupati dan wakil Bupati, perumahan sekda, asrama mahasiswa di Kota studi Manado dan Jayapura serta ada Lapter sinak, termasuk pembangunan situs rumah doa dan beberapa pekerjaan fisik lainnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Puncak Lukius Newegalen, S.IP mengatakan untuk tahun 2023, DPRD Puncak siap mengawal pembangunan diakhir masa jabatan Bupati dan wakil Bupati Willem Wandik dan Pelinus Balinal, agar pembangunan benar-benar terorientasi kepada kebutuhan masyarakat.
“Kami akan kawal, monitoring ke lapangan, kami juga akan kawal di lapangan pekerjaan yang dilaksanakan, agar daerah aman dan pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Puncak menyampaikan estimasi pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2023 direncanakan sebesar Rp.1,5 Trilyun atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp.65 milyar denan persentase sebesar 5 persen. ** (Diskominfo Puncak)














