Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, ILAGA—Bupati Puncak Willem Wandik, SE, MSi, mendorong masyarakat Kabupaten Puncak, untuk serius dalam mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau e-KTP, yang saat ini sedang gencar digalakan pemerintah pusat.
Pasalnya, dengan memiliki e-KTP, maka nama mereka akan terdata di Kementerian Sosial (Kemensos) RI, untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat.
Demikian disampaikan Bupati Puncak, saat menerima secara simbolis penyalurdan bantuan sosial BLT, Sembako dan PKH, dari PT Kantor Pos Nabire kepada Pemerintah Kabupaten Puncak, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat, yang namanya sudah terdata di Kemensos RI, untuk 206 Kampung di Kabupaten Puncak.
Penyerahan dilakukan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Ilaga, Rabu (7/12/2022).
Untuk diketahui, warga masyarakat Puncak sejak awal Desember ini, begitu gembira, sebab pekan lalu mereka baru saja menerima BLT sumber dana dari Dana Desa, dan kali ini, mereka kembali menerima BLT bantuan sosial yang akan disalurkan Kemensos RI melalui PT Kantor Pos yaitu dana BLT BBM, Sembako dan PKH.
Dana tersebut sudah berada di Kabupaten Puncak, berjumlah Rp 17 miliar lebih sejak Rabu (7/12/2022).
“Sekarang ini banyak bantuan dari negara di Kabupaten Puncak, untuk itu saya himbau kepada masyarakat untuk segera urus KTP elektronik, dan para Kepala Distrik dan Kepala Kampung, segera dorong dan bantu masyarakatnya untuk urus e-KTP di Dinas Kependudukan, karena kedepan orang yang punya e-KTP, yang akan mendapatkan bantuan langsung seperti ini, ke depan tidak ada lagi penyaluran fisik seperti saat ini, tapi akan langsung masuk di rekening masing-masing penerima manfaat, sebab menyangkut pertanggungjawab,” ajaknya.
Bupati mengatakan bantuan langsung seperti ini, merupakan bukti kecintaan negara kepada masyarakat Kabupaten Puncak, sehingga dirinya menyampaikan terimah kasih kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Kemensos RI, karena bantuan inilah sangat cocok untuk Kabupaten pemerkaran di Pegunungan, sebab masyarakat rata-rata tidak ada pendapatan, kecuali PNS, sehingga bantuan seperti ini terus dilaksanakan sampai negara stabil dari pengaruh Covid-19 dan resesi ekonomi saat ini.
“Setelah saya hitung-hitung, dana yang saat ini beredar di Kabupaten Puncak saja, pada bulan Desember ini saja mencapai Rp 50 miliar lebih, dari dana BLT dana desa berjumlah Rp 36 miliar dan dana bantuan sosial Rp 17 miliar, saya harapkan dana ini sampai ke masyarakat, biar sedikit-sedikit 1.000-2.000 yang penting rakyat rasakan, bukti negara hadir di daerah ini, rakyat bisa gembira sambut Natal dan Tahun Baru dengan suka cita,” bilangnya.
Perwakilan PT Kantor Pos nabire Andarias Ireeuw dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Puncak, yang telah bekerjasama dengan PT Kantor Pos Nabire, sehingga proses penyaluran dana bantuan sosial ini bisa dilaksanakan di Kabupaten Puncak.
Dirinya menjelaskan bahwa jumlah dana BLT BBM, Sembako dan PKH di Kabupaten Puncak Tahap II dan Tahap Terakhir 2022, Provinsi Papua Tengah berjumlah Rp 17 miliar lebih.
“Jumlah keseluruhan dana bantuan sosial dari kementerian sosial berjumlah Rp 17 miliar lebih, yang saat ini hendak disalurkan ke masyarakat Kabupaten Puncak, penerima manfaat yang namanya sudah terdaftar di data Kemensos RI,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Peniel Waker mengatakan, dana yang disalurkan untuk bantuan sembako berjumlah Rp 11 miliar untuk Triwulan ke- IV, sementara untuk Bantun Sosial BBM Triwulan II sebesar Rp 5 miliar, sedangkan bantuan sosial untuk PKH Triwulan II berjumlah Rp 304 juta.
“BLT BBM Rp 300 ribu diberikan pada masyarakat yang terdaftar di DTKS dan sesuai kategori dari kemensos, Bansos Sembako Rp 600 ribu (Rapelan 3 bulan), PKH sesuai kategori ibu hamil Rp 750 ribu, anak usia 0 sampai 6 tahun Rp 750 ribu, Anak sekolah SD Rp 225 ribu, SLTP Rp 375 ribu, SLTA Rp 500 ribu, Disabilitas Rp 600 ribu, Lansia Rp 600 ribu,”ungkapnya. (Diskominfo Puncak)














