Pemulangan Jenazah Anggota DPRD dari NTT Ditangani Pemkab Puncak

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, SE, MSi (foto: Diskominfo Puncak/Dok)

PAPUAInside.com, ILAGA— Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya anggota DPRD Kabupaten Puncak Pilemon Tabuni (46) saat mengikuti kegiatan studi banding di Pulau Padar, Taman Nasional Pulau Komodo, NTT.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Puncak menyampaikan bela sungkawa yang dalam-dalamnya atas terpanggilanya almarhum angggota DPRD Puncak dari Partai Nasdem Bapak Pilemon Tabuni, yang meninggal saat kegiatan di Manggarai Barat,” ungkap Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M.Si, Kamis (17/11/2022).

Pilemon Tabuni meninggal dunia saat berwisata di Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo,Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (16/11/2022).

Jenazah Pilemon Tabuni akan dipulangkan dari Manggarai dan saat ini Pemkab Puncak sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Terima kasih untuk pemerintah setempat, termasuk pihak wisata dan pihak RS Siloam yang sudah  membantu anggota DPRD tersebut, kami dari pemerintah daerah akan melakukan upaya-upaya menanggung biaya pemulangan jenazah sampai di Papua lebih khusus ke Timika,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan agar keluarga yang ditinggalkan untuk tabah menerima musibah ini, karena semua manusia pasti akan menghadap Tuhan dengan caranya sendiri.

“Kami manusia sudah diatur  langkah hidupnya, atau orang bilang takdir, bapak kekasih kita anggota DPRD melalui jalan ini, oleh sebab itu kami berdoa untuk keluarga untuk tabah dan tetap dihibur dan selalu berharap kepada Tuhan,” tukasnya.

Lanjut Bupati, kegiatan studi banding ini merupakan program rutin, dimana anggota dan tahun ini ke Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, melihat potensi wisata di sana. Pengalaman yang mereka lihat di sana akan dijadikan contoh untuk mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Puncak, seperti obyek wisata yang sangat indah Puncak Cartenz salju abadi.

“Ini program dari DPRD studi banding, untuk menambah wawasan maupun pengetahuan, dan pemerintah daerah juga ada perwakilan yang ikut, namun itulah musibah, kita tidak bisa memprediksi, semua Tuhan sudah atur jalan hidup kita masing-masing, sehingga kami hanya berdoa ,keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menerima kejadian ini,” tambahnya. ** (Diskominfo Puncak)