PAPUAInside.com, NABIRE— 274 utusan dari 32 jemaat GKI Penuh di wilayah kerja GKI Klasis Nabire, dan sembilan 9 bakal klasis dan Pos pekabaran Injil, berkumpul selama tiga hari, menggelar sidang Klasis GKI Nabire 2022.
Sidang klasis GKI Nabire ini dibuka resmi Sekretaris umum Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Daniel J. Kaigere, S.Si, serta dihadiri oleh dua Bupati masing-masing Bupati Puncak Papua Willem Wandik,SE.M.Si serta Bupati Nabire Mesak Magai.S,Sos.M.Si, di Gereja Tabernakel Oyehe Nabire selasa (27/08/2022).
Sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua Pdt.Daniel J. Kaigere berharap sidang klasis GKI Nabire ini sebagai momentum mengevaluasi program pelayanan gereja di klasis GKI Nabire, serta harus mampu untuk merancang program-program pelayanan, benar-benar sesuai dengan kondisi di daerah, apalagi saat ini Kabupaten Nabire, sudah ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah,tentu akan banyak terjadi perubahan di wilayah ini.
“Saya dengar Kota Nabire direncanakan akan menjadi pusat Provinsi Papua Tengah, sebagai warga gereja juga sebagai warga masyarakat, apa tanggungjawab kita menyongsong provinsi ini, kita harus mampu menterjemahkan perubahan, baik sebagai pelayan, hal-hal yang baru, harus mampu menjelaskan kepada warga jemaat, mulai dari istilah maupun aspek lainnya, harus diterjemahkan berikan pengertian sampai kepada warga jemaat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Puncak Papua Willem Wandik, mengapresiasi Pemkab Nabire yang sudah memberikan tempat maupun mendukung, sebagai lokasi sidang sebab sebelumnya Kabupaten Puncak Papua sebagai tuan rumah di Jemaat GKI Eklesia Ilaga, namun karena kondisi keamanan yang tidak kondusif, maka dipindahkan ke Nabire.
“Sebenarnya kami sudah siap kami sudah bangun lokasi sidang, pertama untuk konfrensi Kingmi 2021 lalu, ternyata dipindahkan ke Timika, begitu juga dengan sidang klasis GKI Nabire, terpaksa pindah ke Nabire, Kami berharap doa dari para hamba Tuhan di GKI Klasis Nabire, sehingga ke depan Kabupaten Puncak bisa aman, dan kegiatan gereja berikut bisa dilaksanakan di Ilaga, Kabupaten Puncak,” tukasnya.
Willem Wandik berharap dalam sidang klasis ini, bisa merancang program-program pelayanan yang sesuai dengan kondisi di wilayah GKI Nabire, sehingga pelayanan ke depan, benar-benar menyentuh warga jemaat.
Sementera itu, Bupati Nabire Mesak Magai dalam sambutannya mengakui jika peran gereja Kristen Injili di Tanah Papua, terutama di kawasan Teluk Cendrawasih, sangat penting dalam rangka membangun peradaban, maupun membuka kegelapan, keterbelakangan dan hasilnya dari kehadiran gereja GKI membawa dampak perubahan yang luar biasa bagi pembangunan daerah, Papua secara umum dan lebih khusus di wilayah Nabire.
“Saya selalu mengambil contoh saya sendiri, ketika GKI melalui YPK masuk di kampung saya, maka saya bisa hadir dan berdiri saat ini, sehingga pemerintah sangat mendukung kegiatan ini, terutama program-program yang bisa menyentuh ke masyarakat, karena gereja dan pemerintah adalah mitra,” tukasnya.
Ketua Panitia Ir.Darwin Tobing, MM menjelaskan sidang Klasis GKI Nabire ini, sebagai sarana untuk mengevaluasi program pelayanan baik di tingkat klasis dan tingkat jemaat 2017-2022 yang ditetapkan saat sidang klasis GKI 2017 lalu, selanjutnya melalui sidang ini juga menentukan program pelayanan di klasis dan tingkat jemaat selama lima tahun ke depan tahun 2022-2027, sekaligus memilih Ketua Klasis GKI Nabire periode 2022-2027.
“Peserta sendiri berjumlah 274 orang, terdiri dari 7 orang dari masing-masing 32 jemaat penuh dan 5 orang dari 9 bakal jemaat serta 5 orang dari satu pos pekabaran injil dan diantara mereka dari tujuh utusan tersebut, lima orang dari majelis dan 2 untuk peninjau,” jelasnya. ** (Diskominfo Puncak Papua)














