Empat Mahasiswa Berprestasi STFT GKI IS Kijne Terima Bantuan Beasiswa dari Mabes Polri

Penyerahan bantuan beasiswa dari Mabes Polri kepada empat mahasiswa berprestasi STFT GKI IS Kijne Jauapura Papua. (foto: Humas Polda Papua)

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Satgas Ops Damai Cartenz menyerahkan bantuan beasiswa Mabes Polri kepada empat mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Theologi GKI Izaak Samuel Kijne (STFT GKI IS Kijne) bertempat di Aula Lantai II STFT GKI S KIJNE, Senin (22/8/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ka Ops Damai Cartenz Kombes Pol M. Firman, S.I.K, M.Si., Kasatgas binmas Damai Cartenz Kombes Pol Nanang, Wakasatgas Binmas Damai Kombes Pol Yamin Dian Priono, S.I.K, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H., Wakil ketua 3 Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Gki izaak Samuel Kijne Jayapura DR. Drs Cornelis Deda, M. Pd., Kepala Program studi Ilmu Teologi Pdt. DR. Cleopatrezia Ruhulessin M.Si. serta mahasiswa STFT GKI S KIJNE sekitar kurang lebih 100 orang.

Dalam sambutannya Ka Ops Damai Cartenz Kombes Pol M. Firman, S.I.K., M.Si mengatakan berbicara mengenai Kamtibmas tentu tidak bisa hanya di serahkan kepada Polri namun harus dengan dukungan segenap masyarakat khususnya para tokoh yang dalam hal ini tokoh agama.

“Harapan kami adalah bahwa untuk membangun sinergi yang baik maka harus dimulai dari tahap awal yakni saat para calon tokoh agama ini masih mengeyam pendidikan sehingga kerja sama yang terjalin dapat berlangsung berkesinambungan,” ucap Ka Ops Damai Cartenz.

Lebih lanjut, Ka Ops menyampaikan bahwa akan menyerahkan bantuan beasiswa kepada empat mahasiswa berprestasi yang merupakan bentuk implementasi dari program Satgas Binmas Noken Ops Damai Cartenz-2022 yakni program Koteka (Komunitas Tokoh Elit Pengendali Kamtibmas). “Dengan adanya bantuan ini diharapkan penerima tali asih dapat terbantu sehingga bisa lebih fokus untuk menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu,” ungkap Ka Ops Damai Cartenz.

Dikesempatan lain Wakil Ketua 3 STFT GKI S. KIJNE Jayapura DR. Drs. Cornelis Deda, M.Pd mengatakan pendekatan seperti ini sangat baik, sebab dapat mengubah pandangan miring dan rasa takut kepada polisi dan juga berharap ada kerjasama yang berkesinambungan.

“Kami berharap ada peluang bagi tamatan kami untuk diterima dan dididik menjadi perwira polri, jika ada kebijakan khusus bagi tamatan-tamatan kami yang berlatar belakang ilmu teologi maupun pendidikan Guru Agama. kami optimistis mereka dapat menjadi pelindung rakyat dan negara dengan memiliki integritas yang tinggi dalam ketaatan kepada Tuhan,” tutupnya. ** (Humas Polda Papua)