PAPUAInside.com, MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Komnjel Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.si mengikuti ibadah hari Minggu bersama Jemaat GKI Imanuel Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur. Turut hadir mendampingi dan mengambil bagian dalam ibadah sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemprov Papua Barat, Minggu (17/7/2022).
Ibadah dipimpin oPendeta H. R Weeflaar, SSi.Teol yang mengkhotbahkan tentang persembahan yang benar dengan mengutip Injil Roma 12:1-8.
Mengikuti ibadah bersama warga jemaat dilakukan Gubernur Waterpauw setiap hari Minggu di jemaat yang berbeda. ‘’Menjadi kerinduan bagi saya untuk mengikuti ibadah bersama-sama dengan warga jemaat setiap hari Minggu,’’ jelasnya.
Putra asli Papua kelahiran FakFak ini juga mengkisahkan hidupnya merantau ke Tanah Jawa sejak kecil, tepatnya saat bangku kelas 4 SD demi mengejar cita-citanya. Dimana kunci kesusksesan masa depan adalah taat dan dengar-dengar kepada orang tua, tetapi juga taat kepada Tuhan.
“Sebenarnya saya sejak kecil, sudah merantau di luar tanah Papua. Saya aktif di gereja. Jadi bapak ibu lihat saya menyanyi memuji Tuhan, itu saya lakukan sudah sejak kecil. Hidup saya ini dekat dengan Tuhan, sehingga saya diberkati Tuhan,” jelasnya.
“Bapak mau kasih tau buat anak-anak ya, bahwa kita ada karena kedua orang tua kita. Oleh sebab itu, kita harus taat kepada orang tua, tetapi juga kita mengucap syukur kepada Tuhan. Berbahagialah anak-anak yang masih punya kedua orang tua, yang masih memberikan arahan dan nasihat kepada anak-anak. Karena bapak ini orang tua meninggal sejak bapak masih sekolah dan hidup di rantau,” tutur mantan Kapolda Papua ini.
Ketua PHMJ GKI Imanuel Pasir Putih, Pendeta H. R Weeflaar, SSi Teol, berterima kasih kepada Gubernur Papua Barat beserta jajaran yang telah hadir mengikuti Ibadah sekaligus penyerahan sembako.
“Kami atas nama Majelis Jemaat GKI Imanuel Pasir Putih mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pj. Gubernur Papua Barat Bapak Paulus Waterpauw, bersama rombongan, yang sudah hadir dalam ibadah bersama kami. Kami sangat senang, kami sangat bersyukur, kami sangat bersuka cita. Bapak Pj. Gubernur mohon izin, pergumulan kami, rumah pastori yang masih ada sejak tahun 1999, kami mohon uluran tangan bapak berkenaan untuk di merehabnya,” pinta Pdt. Weeflaar.
Mengenai rumah pastori sebagai tempat tinggal pendeta, Penjabat Gubernur Papua Barat menyatakan siap membantu seeperti yang sudah dilakukan pada jemaat-jemaat sebelumnya. ** (Kominfo Papua Barat)














