PAPUAInside.com, MANOKWARI—Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, M.Si meminta mahasiswa di Papua Barat ikut mendukung program pemerintah, salah satunya daerah otonomi baru (DOB).
Terlebih pemerintah pusat telah memberikan keleluasaan otonomi khusus (Otsus) bagi Papua dan Papua Barat yang didalamnya ada semangat DOB.
“Ini lampu hijau dari pemerintah pusat. Tinggal bagaimana kita semua memaknai DOB. Kita dukung dengan sungguh kebijakan negara datang, sehingga harapan membangun negeri ini bisa terwujud nyata di Papua Barat, generasi muda harus mendukung kebijakan ini, termasuk mahasiswa,” jelasnya, saat bertemu mahasiswa pada acara dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia yang melakukan Opening Ceremony, Temu Wicara Region Ke-VI Wilayah XVI Papua dan Papua Barat di Manokwari 6-11 Juni 2022.
Dirinya berkisah, sebelum ada DOB, di saat Papua Barat masih menjadi satu provinsi dengan Papua, untuk menempuh perjalanan dari Papua ke Papua Barat sangatlah sulit.
“Sebagai seorang polisi saat itu, kami harus terbang dari Jayapura ke Sorong, lalu melanjutkan perjalanan lagi ke Sorong Selatan untuk menangani konflik dengan cepat. Perjalanan kala itu, susahnya setengah mati. Kami datang ke lokasi selalu tak maksimal, karena sarana pendukung tak mencukupi,” jelasnya.
Menyusuri sungai, lembah, mendaki pegunungan, dengan keadaan yang sangat minim, namun seorang polisi harus dituntut tiba di lokasi dan memberi keamanan kepada warga.
“Tapi hari ini, Papua Barat lebih maju. Saat ini, tutup mata, buka mata, kita bisa tiba dimana-mana. Ya, kemudahan ini karena kebijakan negara,” jelasnya.
Penjabat gubernur juga meminta para mahasiswa memahami dengan semangat DOB yang diprogramkan oleh pemerintah.
“Walaupun saat ini masih ada kelompok yang melemparkan bahasa, dengan DOB akan menghilangkan peran suku, ras, orang asli Papua. Ini tak benar. Bahkan DOB itu sebaliknya akan membuat segalanya lebih mudah dan lebih baik,” katanya.
Dirinya meminta, mahasiswa di Papua Barat terus belajar dan berinovasi dengan baik untuk mengisi pembangunan berkelanjutan.
“Ciptakan inovasi kreasi positif dengan keilmuan yang dimiliki. Ke depan, anda semua bisa menjadi pemimpin dan manusia yang diakui,” katanya. **














