PAPUAInside.com, MANOKWARI— Tanpa adanya stabilitas politik, keamanan dan pertahanan maka pembangunan di wilayah Papua Barat akan sulit dilaksanakan.
Demikian disampaikan Penjabat Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw, M.Si kepada waratwan usai melakukan serah terima jabatan dari pejabat lama Drs Dominggus Mandacan, Msi dan Muhammad Lakotani kepada penjabat Gubernur Papua Barat di Auditorium Gedung PKK Provinsi Papua Barat di Arfai Manokwari, Jumat (20/05/2022).
Dikatakan Waterpauw ada lima tugas yang menjadi prioritas utama bagi penjabat gubernur di Indonesia yang dilantik pada 12 April 2022 lalu di Kemendagri Jakarta oleh Mendagri Tito Karnavian.
Dari kelima tugas prioritas tersebut, yang pertama adalah menjaga stabilitas politik, keamanan dan pertahanan di daerah agar pembangunan berjalan lancar.
‘’Pesan Bapak Mendagri saat melantik kami lima penjabat gubernur di Jakarta tanggal 12 Mei 2022 lala bahwa penjabat gubernur harus menjaga stabilitas politik, keamanan dan pertahanan di daerah masing-masing karena karena jika politik keamanan tidak stabil akan menghambat pembangunan,’’ jelasnya kepada wartawan.
Jika stabilitas politik dan keamanan stabil akan mendukung keberlangsungan system manajemen di setiap OPD dalam mengeksekusi program pembangunan yang sudah disiapkan.
Penjabat Gubernur mangajak semua pihak di Papua Barat, pemerintah swasta maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga kestabilan politik, keamanan agar pembangunan yang sudah diprogramkan bisa dilaksanakan dan tercapai dengan baik, karena semua pembangunan tujuannya mensejahterahkan masyarakat.
‘’Tentunya dalam melaksanakan tugas sebagai Penjabat Gubernur Papua, saya butuh dukungan dari semua pihak termasuk elemen masyarakat sehingga kita berjalan bersama-sama membangun provinsi kita tercinta ini,’’ ujar Paulus Waterpauw. **














