Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA–Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano atau BTM, bakal mengakhiri masa jabatannya pada periode kedua 20 Mei 2022 mendatang. Kemanakah ia akan berlabuh?
BTM menuturkan, banyak bupati yang sudah selesai dua periode dan mempunyai niat untuk maju 01 Papua pada Pilkada tahun 2024.
“Tapi saya nanti Tuhan yang akan menentukan siapa pemimpin berikutnya,” ujar BTM disela-sela buka puasa bersama insan pers di Hotel Horison Kotaraja, Rabu (27/4/2022).
Orang banyak bicara ah Walikota Jayapura tak bisa jadi Gubernur, karena bukan ketua partai politik.
Ketua DPW Nasdem Papua Mathius Awoitauw pada suatu kesempatan menyampaikan Walikota Jayapura BTM tak bisa jadi Gubernur, karena bukan ketua partai politik.
Namun BTM mengatakan, saat ia maju calon Walikota Jayapura pada periode pertama rival terdekatnya Ketua DPD Partai Golkar Kota Jayapura, Abisai Rollo juga maju calon Walikota Jayapura.
Tapi yang terjadi Golkar justru memberikan dukungan kepada BTM dan menang.
“Iya, tergantung loby politik tingkat tinggi. Dan saya orangnya bukan tawar kebawah, tapi tawar keatas. Silakan anda ketua partai politik, kita lihat loby politik tingkat tinggi yang kita akan lakukan begitu,” ujarnya.
Ia mengatakan, semuanya ada dalam rancangan Tuhan. “Kalau Tuhan yang membuka, maka siapapun tak bisa menutupnya. Saya percaya dan imani itu,” tandasnya.
Selain itu, yang menentukan itu adalah pusat. Walaupun rekomendasi dari Ketua DPD Golkar Papua, tapi pusat yang menentukan siapa dikasih mandat, karena partainya mau menang bukan untuk kalah.
“Jadi nanti Tuhan yang menentukan, yang penting sehat, umur panjang. Tuhan akan memilih, karena jabatan adalah milik Tuhan. Kita kerja saja dan masyarakatlah yang menilai siapa yang pantas,” jelasnya.
Bagi BTM 10 tahun menjabat Walikota Jayapura ia merasa capek dan lelah. Bahkan diantara Kepala Daerah ia jarang keluar daerah, tapi lebih memilih tinggal di tempat mengabdikan diri untuk masyarakat di Kota Jayapura ini, sehingga ia masih sehat wal afiat hingga kini.
“Selama sepuluh tahun palingan lima kali saya keluar daerah,” tandasnya.
Untuk jabatan semua punya hak, tinggal Tuhan yang menentukan siapa yang akan jadi pemimpin.
“Yang saya ingin jadi anggota DPR RI. Kalau untuk Gubernur aduh bukan hanya berat, tapi capek,” tukasnya.
Dikatakan ada partai partai yang menawarinya untuk calon anggota DPR RI, tapi ia belum menentukan pilihannya.
“Saya juga diminta bantu di Kementerian Sosial, karena menterinya Ibu Tri Rismaharini adalah teman saya,” tutur BTM.
“Jadi dia bilang saya bantu dia di pusat, tapi kantornya di kota Jayapura untuk tangani Papua dan Papua Barat,” tuturnya lagi. **














