Bupati Wandik Ajak Semua Pihak Bersatu Menjaga Keamanan di Puncak

Foto bersama Bupati Puncak Willem Wandik SE, MSi, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia dan Dandim 1714/Puncak Jaya letkol Denny Salurerung dan ASN Kabupaten Puncak usai mengikuti apel perdana. (Foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAInside.com, ILAGA— Bupati Puncak Willem Wandi, SE, MS.i mendorong semua pihak untuk menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Puncak sehingga pemerintah bisa membangun dengan aman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Wandik saat memimpin apel gabungan perdana tahun 2022 di Kantor Bupati Puncak, Senin (07/02/2022).

“Mari kita sama-sama jaga daerah ini, kita tidak malu kah, daerah ini tinggal begini saja, sementara daerah lain sudah maju, sudah bangun jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan. Daerah ini semua punya, marilah kita kerja sama, TNI/Polri, pemerintah dan masyakat, termasuk TPN-OPM, biar pembangunan bisa jalan,” ajaknya.

Situasi keamanan di Puncak khususnya di sekitar Ilaga dan Gome kurang kondusif pasca penembakan di Kampung Tigilobak Distrik Gome 27 Januari 2022 lalu yang mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur.

Kapolres Puncak Kompol I Nyoma Punia mengakui jika beberapa hari terakhir ini, kondisi kamtibmas di Distrik Gome dan Ilaga, terganggu namun TNI/Polri tidak penah mengenal lelah, dan sudah bisa mengatasi, memberikan rasa aman supaya masyarakat merasa damai bisa melaksanakan aktfitas seperti biasa, berkebun dan bisa ke pasar, tidak merasa tergang dan terancam.

“Hanya saja untuk menciptakan keamanan bukan hanya tugas TNI/Polri saja, sebab itu tugas seluruh ASN dan seluruh masyarakat di Kabupaten Puncak, apa sih artinya TNI/Polri cuma berapa butir saja disini, kalau bukan bantuan bapak ibu sekalian, kami tidak abisa berbuat apa-apa, dengan apel bersama ini, mari kita satukan tekad, kekuatan, untuk menciptakan situasi aman di kabupaten Puncak,” ajak Kapolres.

Kata Kapolres, keamanan adalah modal utama membangun daerah ini. Pemerintah tidak bisa melaksanakan program seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi serta infrastruktur jika situasi keamanan tidak kondusif.

“Memang Kabupaten Puncak, istilah bayi baru lahir, namun kita tidak bisa tinggal diam, saya yakin kabupaten ini akan tetap aman dan jalan, bisa mengejar ketertinggalan,” katanya.

Senada dengan Bupati dan Kapolres, Dandim 1714/Puncak Jaya letkol Denny Salurerung, berpesan agar ada sinergi untuk menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Puncak, sebab jika kondusif maka pembangunan bisa jalan.

“Beberapa hari lalu ada masyarakat dan kepala suku datang kepada kami, curhat soal pembagunan, namun kami sampaikan bahwa kalian harus bisa kasih jaminan keamanan. Jika distrik, kampung aman maka pembangunan bisa jalan, semua kembali ke masyarakat, bukan ke Bupati, Kapolres, Dandim, itu kembali ke masyarakat sendiri,” ajaknya. ** (Diskominfo Puncak)