Pdt Tilas Mom, Ketua Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua 2021-2026

Pdt Tilas Mom, S.Th, M.Th Ketua Sinode Gereja Kemah Injil di Tanah Papua (KINGMI) periode 2021-2026. (foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAInside.com, TIMIKA—Konferensi XI Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, 1-6 November memilih Pdt.Tilas Mom,S.Th, M.Th, sebagai Ketua sinode KINGMI di Tanah Papua periode 2021-2026 menggantikan Pdt.DR. Benny Giai.

Sebelumnya, Pdt.Tilas Mom, S.Th, M.Th, adalah  Sekretaris sinode KINGMI di Tanah Papua periode 2015-2020 dan Pdt. DR Benny Giai diangkat sebagai Paenasehat Hukum dan HAM.

Konferensi diikuti peserta utusan dari 13 koordinator dan 91 Klasis ditutup Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Gereja KINGMI Marthen Luhter King, Mile-32 Timika, Sabtu (06/11/2021).

Dalam kepengurusan yang baru, Pdt. Tilas Mom didampingi sejumlah pengurus lainnya, Ketua I Pdt. Yahya Logowan, S.Th, Ketua II Pdt. Marthen Keiya, S.Th, Sekretaris, Pdt.Dominggus Pigay, Wakil Sekretaris I Pdt. Marthen Mauri, S.Th, Sekretaris II Wenior Beni Pakage, SH, Bendahara Pdt. Simon Hilapok, M.Th, Bendahara I Pdt. Nataniel Tabuni, S.Th, bendahara II Pdt.Waius Enumbi, S.Th, dibantu 5 panasehat, 10 departemen dan 13 koordinator.

Pengurus baru ini dilantik oleh perintis dan mantan Ketua Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua, Pdt. Yosia Tebai, M,Th,.

“Saya harapkan kalian harus minta kebijaksanaan dari Tuhan, jangan jalan sendiri-sendiri, agar pelayanan ke depan dapat menjangkau umat KINGMI di Tanah Papua, yang jumlahnya 600 ribu umat” ujarnya.

Ketua Panitia umum Konferensi XII KINGMI Willem Wandik, SE, M,Si, mengaku sangat gembira karena meski persiapan yang sangat minim dan disatu sisi panitia dihadapkan dengan persoalan pendemi virus covid-19, serta tuan rumah kabupaten Timika yang sibuk dengan kegiatan nasional seperti PON dan Pesparawi, namun konferensi  berjalan aman dan sukses.

“Melihat suasana yang sangat kondusif dan penuh damai baik diluar maupun didalam gedung konferensi, menunjukan bahwa seluruh jemaat begitu mencintai dan memiliki perasaan yang sama untuk memperkuat dan memperkokoh keberadaan gereja KINGMI DI tanah Papua,” ujarnya.

Willem Wandik menambahkan peserta konferensi jangan salah berpikir soal acara bakar batu, tentu menghabiskan dana yang besar, namun sumbangan yang diperoleh panitia dari sumbangan para donatur, kader-kader KINGMI, tidak semuanya digunakan, panitia akan  menyerahkan dana ke kepengurusan sinode baru untuk melaksanakan pelayanannya ke depan.

Dalam konferensi ini juga ditetapkan juga klasis persiapan yang didefinitifkan yaitu, yaitu Klasis Timika Utara,  Klasis Beoga Barat, Klasis Beoga Timur, Klasis Wangbe Timur, Klasis Mawugi dan Klasis Timika Selatan.

Konferensi XII Sinode KINGMI tahun 2026 mendatang  direncanakan di Manokwari, Provinsi Papua Barat, sementara persoalan STT juga akan diberikan tanggungjawab kepada pengurus sinode baru yang akan menyelesaikan pada program pertamanya. ** (Diskominfo Puncak)