Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Bawaslu Kota Jayapura menggelar workshop pengawasan partisipatif dan peran masyarakat Kota Jayapura dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada tahun 2024 di Hotel Horison Kotaraja, Rabu (27/10/2021).
Pada kesempatan itu, Bawaslu Kota Jayapura mengajak semua pihak turut terlibat dalam pengawasan partisipatif Pemilu 2024.
Selain mengundang perwakilan insan pers, workshop juga menghadirkan perwakilan akademisi, organisasi kepemudaan hingga mahasiswa.
Tujuannya, Bawaslu Kota Jayapura ingin membangun sinergitas dengan berbagai pihak.
Ketua Bawaslu Kota Jayapura, Franz JZ Rumsarwir dalam sambutan pembukanya mengatakan, masyarakat harus paham tentang regulasi, terutama partisipasi pencegahan dalam pemilu.
“Kita bekerjasama dengan perguruan tinggi terutama OKP dan kelompok masyarakat.Hal ini penting agar mereka terlibat dalam pengawasan,” ujarnya.
Ia berharap akan terbentuknya komunikasi masyarakat dalam hal pengawasan.
Pengawasan yang dimaksud bukan hanya dalam hal Partai Politik, tetapi juga mengawasi jalannya pemilu nanti.
Workshop itu juga melahirkan berbagai macam rekomendasi kepada Bawaslu Kota oleh para peserta.
Sejumlah rekomendasi yang diusulkan itu adalah pembentukan kampung percontohan dan pendekatan kultural, pengawasan sosial hingga peran Bawaslu untuk mengedukasi masyarakat.
Ketua Umum HMI Cabang Jayapura Nawal Kotarumalos dalam usulannya mengatakan, perlunya peningkatan fungsi pencegahan dalam masyarakat terutama soal data pemilih.
“Sosialisasi regulasi pemilu juga sangat penting, untuk itu perlunya pengawasan pelatihan dan pembengkalan,” ungkap Nawal.
Pembengkalan yang dimaksud tersebut kata Nawal adalah pembengkalan ke pemuda, OKP maupun masyarakat.
“Jadi, mereka nanti yang juga terlibat mensosialisasi ke masyarakat selain program edukatif lainnya,” jelasnya lagi.
Narasumber yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu yakni Ketua Koalisi Kampus, Marudut Hasugian, Asisten I Setda Kota Jayapura Evert Nicolaus Meraudje, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Awi, Hardin Alidin dari Bawaslu Kota Jayapura dan Agus Sunarko dari Kesbangpol Kota Jayapura. **














