Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Empat tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, minta jaminan keamanan, saat mendatangi Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura, Senin (20/9/2021) sore.
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey kepada wartawan, usai pertemuan tersebut mengatakan, kedatangan para korban untuk berdiskusi dan melaporkan kejadian di Kiwirok secara langsung.
Mereka juga mengajukan beberapa permintaan, termasuk hak-haknya sebagai tenaga kontrak di Papua.
“Mereka menceritakan ke kami kronologi dan juga mereka mengajukan beberapa permintaan, intinya meminta untuk difasilitasi. Keempat tenaga kesehatan itu yakni ST, M, D dan L,” ujar Frits Ramandey.
Selain itu, kata Frits, Komnas HAM Papua bersama para korban juga membahas nasib jenazah rekan mereka yaitu Gabriella Meilani yang hingga kini belum bisa dievakuasi ke Kota Jayapura.
“Ya, mereka berharap Komnas HAM Papua juga menaruh perhatian terhadap proses pencarian mantri Geral Sokoy dan pemulangan jenazah suster Ella,” kata Frits.
Komnas HAM Papua sendiri akan memfasilitasi pertemuan keempat korban dengan Kapolda Papua. Hal ini penting untuk memberikan rasa aman. Menurutnya, peristiwa di Kiwirok mencederai kemanusiaan.
“Kejadian itu masuk dalam kategori pelanggaran HAM, peristiwa seperti ini tak ada tempat di negara manapun. Ini sudah pasti melanggar HAM,” tegasnya.
Atas nama kemanusiaan, Komnas HAM meminta kepada kelompok separatis di Papua untuk tidak menyerang warga sipil. **














