Oleh: Vina Rumbewas|
PAPUAInside.com, Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi secara resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-III Himpunan Lahir Besar Wamena (Labewa) yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo Wamena, Senin (13/09/2021).
Menurut wakil bupati, menjadi kehormatan bagi dirinya untuk dapat hadir dan membuka langsung Mubes Labewa.
Dirinya menyampaikan terimakasih untuk himpunan Lahir Besar Wamena yang begitu mencintai dan peduli terhadap kota Wamena, sehingga membentuk suatu wadah mempererat tali silaturahmi dan komunikasi sesama anggota.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk seluruh perintis, yang masuk ke Wamena sejak tahun 1955. Orang tua kita dengan penuh cinta dan tanpa pamrih, memberikan hidup mereka untuk mengabdi dan membangun daerah ini, mulai dari hutan rimba, tidak ada apa-apa sampai akhirnya Wamena bisa ada dan berkembang seperti sekarang,” ungkap wakil bupati.
Menurutnya, banyak dari para perintis telah berpulang namun beberapa dari mereka juga masih ada dan masih aktif dalam setiap kegiatan daerah.
Sehingga Marthin Yogobi mengajak generasi muda saat ini untuk selalu mengenang jasa-jasa para perintis, sehingga Wamena tetap menjadi kecintaan semua orang.
“Kehadiran labewa jadi bukti nyata keberadaan para perintis, diharapkan dapat mengingatkan kita terus kepada jasa-jasa orang tua kita yang telah mengabdi selama puluhan tahun bagi kota ini,” katanya.
Wabup juga berharap, semua program-program yang akan diputuskan dalam mubes, terutama dalam agenda pemilihan badan pengurus nantinya merupakan keputusan bersama seluruh peserta.
“Saya harap, himpunan labewa tidak mengenal perbedaan ras, suku dan agama, karena kalian semua adalah satu, anak-anak Wamena, yang lahir dan besar di kota Wamena,” ungkap Wabup.
Sebagai wakil bupati, Marthin Yogobi mengajak himpunan labewa agar senantiasa mendukung program pemerintah dalam membangun Jayawijaya dengan terus berkarya dan menyumbangkan ide-ide kreatif untuk kepentingan pembangunan Jayawijaya.
Pada kesempatan itu, wabup juga mengingatkan pengurus dan anggota labewa untuk tidak menutup mata terhadap masalah-masalah social yang terjadi di tengah masyarakat.
“Banyak adik-adik kita yang putus sekolah dan berkeliaran di jalanan, saya harap ini juga dapat menjadi perhatian anak-anak labewa, yang merupakan salah satu bentuk peran serta membantu pemerintah dalam pembangunan masyarakat Jayawijaya. **














