Pesan Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw pada Peringatan HUT-76 RI

Kabaintelkam Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw saat menyampaikan refleksi kemerdekaan 76 tahun RI, pada zoom meeting bersama Bank Indonesia. (foto: istimewa)

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Kabaintelkam Polri Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw memberikan pesan kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia pada momen peringatan HUT-76 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Komjen Paulus Waterpauw saat kegiatan refleksi Pegawai Kristiani Bank Indonesia dalam rangka memperingati HU-76 RI dengan tema Bank Indonesia Berdoa untuk Negara: Bersyukur, Sehat, Optimis, secara online lewat zoom meeting, Kamis (18/08/2021).

Acara tersebut dihadiri antara lain, Adrianus Mooy (Gubernur Bank Indonesia periode 1988-1993), Miranda S. Goeltom (Deputi Gubernur Senior BI periode 2004-2008), Bun Bunan EJ Hutapea (Deputi Gubernur BI periode 2002-2007), Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Romo A. Susilo Wijoyo Pr, Pdt. Wim Wairata dan Pdt. Tommy Dixon dan para pimpinan satker Bank Indonesia.

Komjen Paulus Waterpauw mengutip ayat Alkibat dari  Perjanjian Baru Kolose 3:23: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

‘’Menurut saya inilah esensi dari kehadiran kita sebagai orang percaya di tengah-tengah bangsa dan negara Indonesia yang besar ini yang mana upaya untuk mencapai tujuan negara itu sesungguhnya adalah panggilan yang luhur dan suci bagi setiap insan Kristiani Indonesia di mana pun ia berkarya dan melayani. Kita menjaga konsepsi panggilan yg suci dan luhur sebagai umat Kristiani,’’ ujarnya.

Dipesankan juga agar umat Kristiani tidak berhenti berdoa di tengah situasi bangsa dan negara saat ini, dan terus mendorong diri sendiri dan seluruh masyarakat di sekitar kita untuk patuh kepada berbagai aturan dan imbauan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

Komjen Paulus Waterpauw juga menjelaskan makna kemerdekaan di tinjau dari tiga besar generasi Indonesia, yaitu generasi pejuang, generasi pengisi kemerdekaan dan generasi para milenial.

‘’Makna kemerdekaan bagi generasi pejuang adalah pembebasan dari ketertindasan serta persatuan. Pemaknaan itulah yang kemudian melalui kristalisasi pemikiran para pemimpin kita menghasilkan Pancasila sebagai ideologi negara, dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara,’’ jelasnya.

Sementara, makna kemerdekaan bagi generasi pengisi kemerdekaan yaitu mewujudkan tujuan para pejuang memerdekakan Indonesia yaitu adil dan makmur.

Bagi generasi milenial, makna kemerdekaan seperti yang tertulis dalam Injil Perjanjian Baru, 2 Korintus 3: 17: Sebab Tuhan adalah Roh, dan dimana ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan.  ‘’Makna kemerdekaan bagi para generasi milineal yaitu dengan kemerdekaan yang berasal dari Roh Allah, maka kaum milenial Indonesia akan menjadi pelayan-pelayan masyarakat yang handal karena membawa berkat bagi banyak orang,’’ ujarnya. **