Image  

Pandemi Covid-19, Minat Masyarakat Papua Berinvestasi di Pasar Modal Masih Cukup Besar

Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua dan Papua Barat, Kresna A. Payokwa (Foto: Dok/Kantor BEI Perwakilan Papua dan Papua Barat)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua dan Papua Barat menyebutkan meski di tengah situasi pandemi Covid-19, yang masih melanda ternyata minat masyarakat Papua, untuk berinvestasi di pasar modal masih cukup besar, bahkan ada tren kenaikan yang signifikan.

Demikian disampaikan Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua dan Papua Barat, Kresna A. Payokwa melalui Siaran Pers, Kamis (8/7/2021).

Dikatakan sepanjang Januari sampai dengan Mei 2021 tercatat ada penambahan sebanyak 8.247 Single Investor Identity (SID) pasar modal baru, sehingga total investor pasar modal di Papua dan Papua Barat per 31 Mei 2021 sebanyak 32.433 investor pasar modal.

Berdasarkan data pada akhir Desember 2021 jumlah investor pasar modal di Papua dan Papua Barat sebanyak 18.936 investor atau bertumbuh 76 persen. Sementara untuk produk saham sampai  dengan 31 Mei 2021 tercatat ada  penambahan  3.829 investor saham baru, sehingga total investor saham di Papua dan Papua Barat mencapai 13.927 investor, sehingga ada pertumbuhan 27 persen.

Menurutnya, hal ini tak lepas dari layanan industri pasar modal yang memang sudah lebih dahulu menerapkan layanan online untuk transaksi dan investasi pasar modal, bahkan jauh sebelum terjadi pandemic Covid-19.

“Bisa dikatakan bahwa industri pasar modal memang sudah selangkah lebih maju dalam menyediakan layanan investasi pasar modal secara online, dimana semua tahapan dalam berinvestasi mulai dari layanan edukasi kepada calon investor, pembukaan akun di sekuritas, sampai dengan transaksi pembelian produk pasar modal seperti saham, reksadana, obligasi, maupun ETF dapat dilakukan secara online,” tukasnya.

Ia menuturkan hal ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, sehingga pada saat terjadi pandemi Covid-19, yang mengharuskan social distancing, infrastruktur untuk layanan online sudah siap. Hal yang kedua dengan diterapkannya PSBB dan PPKM menyebabkan aktivitas masyarakat lebih banyak di rumah, dan aktivitas investasi ataupun trading di pasar modal menjadi salah-satu pilihan, untuk tetap bisa produktif di masa pandemi.

Untuk mengimbangi tingginya minta investasi dengan pengetahuan investasi yang memadai, terangnya, Kantor BEI Perwakilan Papua dan Papua Barat terus aktif melakukan kegiatan edukasi pasar modal secara online via zoom yang dapat diikuti  oleh masyarakat umum.

“Tiap minggunya kami mengadakan kelas edukasi Sekolah Pasar Modal dan Torang Belajar Saham, yang dilaksanakan secara daring, waktu pelaksanaan diadakan pada sore hari, sehingga tak menggangu aktivitas masyarakat. Bagi yang berminat bisa mendapatkan informasi lengkapnya melalui akun sosial media IDX Papua di Instagram dan Facebook,” ucapnya. **