Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, pihaknya memprediksi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun ini akan menyumbang pertumbuhan ekonomi Papua hingga 0,8 persen sampai 1,2 persen.
Sektor yang peningkatannya terbesar adalah sektor konstruksi. Tercatat sektor ini memberikan peningkatan hingga Rp 851, 88 miliar.
Hal ini disampaikan Kepala BI Papua dalam kegiatan bincang -bincang bersama media dengan topik perkembangan ekonomi Papua terkini dan dampak PON XX terhadap perekonomian Papua, Rabu (30/6/2021) siang.
Kata dia, terdapat beberapa sektor dalam pelaksanaan PON yang menyumbang pertumbuhan ekonomi di Papua, baik pada sektor akomodasi, konsumsi, transportasi, sosial budaya dan pemberdayaan UMKM.
“Dapat mendorong perekonomian Papua secara keseluruhan melalui perputaran ekonomi yang tercipta dari pelaksanaan PON XX,” ujarnya.
Pada tahun 2021, tuturnya, pihaknya memprakirakan bahwa pelaksanaan PON XX akan memberikan kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi Papua sebesar 0,8%-1,2% (yoy),” kata Naek Tigor Sinaga dalam acara yang dikemas secara virtual tersebut.
Disebutkan, pertumbuhan tersebut mayoritas didukung pada aktivitas sektor konstruksi atas pembangunan sarana dan prasarana pendukung PON XX.
Demikian pula dengan sektor lainnya seperti penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor transportasi, sektor perdagangan serta sektor informasi dan komunikasi yang juga ikut mengalami pertumbuhan akibat pelaksanaan PON XX.
“Kami perkirakan membawa peningkatan hingga sebesar Rp 1.281,35 miliar (peningkatan PDRB). Sektor yang alami peningkatan terbesar adalah sektor konstruksi,” katanya.
Kegiatan BBM dilaksanakan secara hybrid ini juga menghadirkan jajaran pejabat KPw BI Provinsi Papua secara online beserta rekan-rekan media di wilayah Provinsi Papua.
Pada kesempatan tersebut, juga dipaparkan bahwa perekonomian ekonomi global akan mengalami pemulihan sejalan dengan akselerasi program vaksinasi yang dilakukan oleh berbagai negara.
Perekonomian global diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2021 sebesar 5,7% (yoy).
Sementara, secara nasional pemulihan ekonomi terus berlangsung.
Meskipun saat ini masih mengalami kontraksi, namun tren kontraksi dalam tiga triwulan terakhir mengalami perbaikan.
Pada Triwulan I 2021, terdapat 10 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif, termasuk provinsi Papua.
Provinsi Papua mencatatkan pertumbuhan PDRB sebesar 14,28% (yoy) pada triwulan I 2021.
Namun pertumbuhan tersebut masih didominasi oleh sektor pertambangan. **














