Evakuasi Korban Penembakan KKB, Satgas Nemangkawi Diterjunkan ke Yahukimo

Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramadhani, saat diwawancarai wartawan. (Foto: Faisal Narwawan/PapuaInside.com)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAInside.com, JAYAPURA—Polda Papua menerjunkan personil gabungan dari Dit Krimum dan Satgas Nemangkawi ke Kabupaten Yahukimo, untuk evakuasi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Tendius Gwijangge di wilayah tersebut.

Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol  Faizal Ramadhani kepada wartawan mengatakan, anggota keamanan di Yahukimo juga masih berupaya masuk ke Distrik Seradala, kabupaten Yahukimo.

“Kita juga diperintah Bapak Kapolda untuk segera mengirim satu tim ke Yahukimo baik dari Krimum dan Nemangkawi,” kata Kombes Pol Faizal Ramadhani di Jayapura, Jumat (25/6/2021) siang.

Anggota yang berupaya menuju  TKP masih terkendala jalan dan sungai yang masih deras.

“Ya, ada sungai di sana yang harus dilewati  dan ini yang menjadi kendala karena berkaitan dengan pasang surut,”  katanya.

Ia mengungkapkan, hingga kini terdapat 4 orang yang meninggal dunia dan dua lainnya alami luka-luka. Namun,  jumlah korban masih belum bisa dipastikan akibat terkendalanya akses jaringan.

Pihaknya juga masih memastikan dugaan adanya penyanderaan terhadap karyawan  PT Sinama.

“Kita masih memastikan semua informasi yang ada karena di sana juga terkendala dengan jaringan, belum ada perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A.M Kamal saat memberikan keterangan pers di Polda Papua. (Foto: Faisal Narwawan/PapuaInside.com)

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal SH mengatakan, akibat kejadian tersebut sejumlah karyawan meninggalkan lokasi proyek pekerjaan untuk mengamankan diri.

“Mereka  menyelamatkan diri sekitar 50 orang karena ketakutan, kami masih berkoordinasi,” kata Kamal.

Sebelumnya, KKB melakukan penyerangan terhadap karyawan PT Sinama yang sedang mengerjakan proyek jembatan Kali Kuk Kampung Samboga, Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 11.05 WIT, Kamis (24/6/2021) siang.

Kejadian ini bermula ketika salah satu korban yang merupakan sopir pada PT Sinama bersama karyawan lainnya menggunakan  truk sedang mengambil matrial proyek berupa batu ciping  dari Camp Kali Kuk kampung Samboga dengan tujuan PT. Berantas Kampung Sukamo dengan melewati jembatan Kali I kampung Samboga Distrik Seradala.

Sesudah melintas jembatan kali I, dari camp Kali Kuk  korban dihadang oleh KKB Kali I dengan berjumlah 30  orang menggunakan alat tajam berupa anak panak, kampak, parang, samurai, dan dua orang dari KKB tersebut membawa 2 pucuk senjata api laras panjang.

Korban kemudian memutar truk kembali ke arah Camp kali Kuk untuk menyelamatkan diri.

Polda Papua menyayangkan peristiwa tersebut yang tentu menghambat pembangunan di wilayah itu. **