Prajurit Satgas TNI Suntik Vaksin Covid-19 Tahap 2 di Perbatasan RI-PNG

Prajurit Satgas TNI dari Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista, sedang melaksanakan suntik vaksin tahap 2 di perbatasan RI-- PNG. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAInside.com, KEEROM—Ratusan Prajurit Satgas TNI dari Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista, yang sedang melaksanakan tugas di wilayah perbatasan RI– Papua New Guinea (PNG), suntik vaksin Covid-19 tahap 2.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, SE, MSi, melalui siaran pes, Rabu (09/06/2021).

Dansatgas mengungkapkan kegiatan vaksinasi massal ini berlangsung dalam kurun waktu 4 (empat) hari dengan mendapat dukungan dari unsur pemerintah, TNI/Polri, dan instansi terkait di provinsi Papua.

Vaksinasi dilaksanakan di setiap Pos Pengamanan Perbatasan Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista di sepanjang sektor utara Papua.

“Semoga semua unsur pemerintahan, TNI-Polri dan instansi yang terkait di provinsi Papua ini dapat bersatu padu dan mensukseskan kegiatan program vaksinasi Covid-19 ini mulai dari keamanan, kelayakan dan lain-lain dimana kita dapat saling bersinergi satu sama lain,” ungkap Dansatgas.

Terpisah, Dokter Batalyon Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Lettu Ckm dr. Kristia Yudha Bayu M bersama tim kesehatannya berkeliling mendatangi setiap pos pengamanan perbatasan ini mengatakan Satgas TNI akan selalu mendukung program dari Pemerintah dengan ikut mensukseskan dan mengawal proses vaksinasi Covid-19,  khususnya di wilayah kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang di Provinsi Papua.

Ia mengharapka  dengan dilakukan vaksinasi Covid-19 tahap ke dua ini jenis Astrazeneca bisa mencegah angka penderita positif akibat virus Corona dan memperkuat imun serta kekebalan tubuh, agar tidak mudah tertular atau menularkan Covid-19 di lingkungan TNI yang notabenenya membaur bersama masyarakat.

“Dengan melindungi kondisi tubuh kita, dan tentunya juga akan berdampak pada pelaksanaan tugas bersama masyarakat agar kedepannya dapat lebih baik lagi,” tutup Dokter Bayu. (Pendam XVII/Cenderawasih)