Warga Terluka, Pos TNI di Perbatasan Jadi Tempat Berobat

Yere Kogoya (45) warga Kampung Wambes, perbatasan RI PNG, yang terluka akibat diserang babi hutan mendapat tindakan medis dari Dokter Satgas Pamtas TNI. (foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

PAPUAInside.com, KEEROM— Seorang warga Kampung Wambes Arso Timur Kabupaten Keerom, Yere Kogoya (45) mendapat tindakan medis dengan 12 jahitan di kakinya yang terluka setelah diserang babi hutan.

Akibat serangan babi hutan tersebut, Yere mengalami luka cukup dalam sepanjang 12 centimeter. Luka tersebut terus mengucurkan darah membuat warga bingung mengambil tindakan sementara fasilitas kesehatan di Kampung Wambes tidak ada.

Jika dibawa ke Puskesmas terdekat yang jaraknya cukup jauh dari Kampung Wambes, dikhawatirkan Yere akan kehabisan darah di perjalanan.

‘’Kami bingung mau bikin apa, di Kampung Wambes fasilitas kesehatan tidak ada, kita mau antar ke Puskesmas yang terdekat tetapi jaraknya sangat jauh,’’ terang Elizabet Akbar (43) Kepala Distrik Arso Timur.

Ditengah kebingungan waega, Kepala Distrik teringat Pos TNI yang menjaga perbatasan RI-PNG di Kampung Wambes dimanaq prajuritnya sering mengobati warga di kampung.

‘’Lihat kaki Yere keluar darah banyak sekali, awalnya kami semua bingung tidak tau mau dibawa kemana tapi karena kita sering lihat anggota Pos obati masyarakat di kampung, kita langsung saja membawanya ke Pos untuk minta bantuan,” ucap Elizabet.

Mendapat laporan warga, Dokter Satgas Yonif Mekanis 512/QY Lettu Ckm dr M Effendy Nugraha Hasibuan langsung menuju ke Pos memberikan tindakan medis dengan menjahit bagian yang terluka.

“Setelah Dokter mendapat informasi bahwa ada masyarakat yang terluka akibat diserang babi hutan, Dokter bersama tim kesehatan dari Pos Kotis dengan mengendarai ambulance segera berangkat ke Pos Wambes untuk memberikan pertolongan kepada korban,’’ terang Dansatgas Yonif Mekanis 512/QY Letkol Inf Taufik Hidayat di Pos Kotis Kampung PIR IV Distrik Manem, Senin (29/03/2021).

Setelah selesai menjahit luka, Dokter memberikan beberapa suntikan antibiotik agar luka tersebut tidak infeksi. Selain itu, Dokter juga melakukan observasi setelah tindakan pengobatan dilakukan untuk memastikan perdarahan berhenti sepenuhnya.

Sebelum korban pulang, Dokter berpesan agar memakan makanan tinggi protein, beristirahat yang cukup dan meminum obat yang sudah diberikan. Dokter juga menyampaikan kepada korban agar 5 hari lagi datang kembali ke Pos Wambes untuk mendapat bantuan perawatan luka dan penggantian perban.

Sebelum dokter kembali ke Pos, Elizabet Akbar sekali lagi mengucapkan terima kasih. “Sekali lagi terima kasih sama Dokter karena sudah cepat obati Yere, kita semua sangat terbantu dengan adanya Pos disini, semoga Tuhan membalas kebaikan dokter,” imbuhnya. ** (adv/Pendam XVII/Cenderawasih)